Penajam Paser Utara (ANTARA) - Jepang menjajaki peluang usaha sekaligus memperkuat kolaborasi investasi berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
"Pelaku usaha menjajaki peluang usaha untuk investasi di IKN," ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Sabtu, ketika ditanya menyangkut kunjungan puluhan pelaku usaha Jepang di Sepaku, Penajam Paser Utara.
"Diharapkan kunjungan itu dapat berlanjut pada realisasi investasi nyata ke depan dalam pembangunan IKN," tambahnya.
Otorita IKN komitmen terus membuka ruang kolaborasi dengan mitra nasional maupun internasional, termasuk Jepang, dalam membangun IKN, sebagai calon ibu kota Indonesia.
Baca juga: ULM tanam 749 bibit pohon lokal endemik Kalsel di IKN
IKN dibangun sebagai pusat pemerintahan baru yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan, kata Basuki Hadimuljono, minat investor Jepang diharapkan dapat memperkuat posisi IKN sebagai destinasi investasi strategis ke depan.
Japan External Trade Organization (JETRO) dan 34 perusahaan Jepang lintas sektor berkunjung ke IKN, terdiri dari perwakilan lembaga pemerintah dan pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari perdagangan, perbankan, permesinan, ketenagalistrikan, material, pangan, hingga jasa.
Otorita IKN memberikan gambaran langsung mengenai kesiapan infrastruktur dan arah pembangunan IKN kepada para calon investor tersebut.
"Kunjungan untuk menjajaki peluang usaha sekaligus memperkuat kolaborasi investasi berkelanjutan di IKN" jelas Presiden Direktur JETRO Jakarta Shinji Hurai.
Baca juga: Kaltim siap jadi motor penggerak ekonomi IKN
Minat investor Jepang dalam mendukung pembangunan dan pengembangan IKN juga cukup besar, sehingga diperkirakan penjajakan mendalam terkait peluang usaha untuk menanam modal di IKN, demikian ungkap dia.
Baca juga: Otorita terapkan pengukuran energi digital dukung "smart city" IKN
Baca juga: Otorita matangkan persiapan ASN berkantor di IKN
Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































