Jepang beri subsidi BBM cegah kenaikan harga imbas konflik Timteng

5 hours ago 3

Tokyo (ANTARA) - Pemerintah Jepang telah memulai kembali skema pemberian subsidi bahan bakar, Kamis, demi menahan kenaikan harga komoditas tersebut menyusul eskalasi ketegangan di kawasan Teluk Persia.

Subsidi ditetapkan sebesar 30,2 yen (Rp3.124) per liter BBM reguler hingga Rabu depan demi memastikan rata-rata harga retail (eceran) BBM nasional bertahan di sekitar angka 170 yen (Rp18.213).

Program subsidi tersebut juga mencakup bahan bakar diesel dan minyak berat untuk membantu meredakan tekanan biaya bagi dunia usaha serta bagi industri pertanian, perhutanan, dan perikanan.

Nilai subsidi bahan bakar dari pemerintah Jepang akan disesuaikan secara pekanan (mingguan/ per pekan) berdasarkan perkiraan harga retail pekan selanjutnya yang mencerminkan perubahan pada harga minyak mentah.

Harga BBM reguler di Jepang melonjak hingga ke angka tertingginya sebesar 190,8 yen (Rp20.462) per liter pada Senin (16/3), dampak dari kenaikan harga minyak mentah setelah serangan Amerika Serikat dan Zionis Israel ke Iran.

Keputusan pemerintah Jepang menetapkan subsidi kali ini dilakukan menyusul perkiraan bahwa harga BBM akan terus meningkat hingga 200,2 yen (Rp21.427) per liter pada pekan depan.

Meski subsidi BBM sudah diberlakukan, kementerian ekonomi Jepang menyampaikan bahwa waktu penurunan harga BBM bisa jadi berbeda antara satu SPBU dengan yang lainnya, mengingat masih ada cadangan BBM pra-subsidi yang belum dikeluarkan.

Pemerintah Jepang juga masih belum menetapkan kapan subsidi BBM akan diakhiri.

Sumber: Kyodo-OANA

Baca juga: Jepang cari pasokan energi alternatif akibat krisis Selat Hormuz

Baca juga: Jepang serukan Iran hentikan ancaman keamanan di Selat Hormuz

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |