Jerman pertimbangkan ikut dalam misi pembersihan ranjau Selat Hormuz

3 hours ago 6

Moskow (ANTARA) - Jerman kemungkinan akan bergabung dalam upaya mengamankan jalur pelayaran di kawasan Teluk Persia setelah konflik berakhir, kata Menteri Dalam Negeri Alexander Dobrindt, Kamis.

“Kami juga mungkin terlibat dalam operasi di Selat Hormuz. Misalnya, jika menyangkut pembersihan ranjau atau misi serupa,” ujar Dobrindt kepada penyiar ARD.

Menteri tersebut menggemakan pernyataan Kanselir Friedrich Merz yang menyebut konflik di Timur Tengah “bukan perang Jerman.”

“Kami bukan bagian dari itu. Kami tidak dikonsultasikan sebelumnya. Kami tidak terlibat... Jerman dapat tetap berada di luar situasi ini,” tambahnya.

Terkait prospek migrasi, Dobrindt mengatakan situasi ke depan masih belum pasti, namun mencatat bahwa tidak terjadi lonjakan migrasi dari Iran.

Pada 14 Maret, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan kepada China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara lain untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz guna menjaga keamanan navigasi.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyatakan bahwa negara-negara Uni Eropa belum siap mengirim armada ke kawasan tersebut.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: AS pertimbangkan longgarkan sanksi minyak Iran di kapal tanker

Baca juga: Finlandia siap bahas operasi Selat Hormuz dengan Uni Eropa dan NATO

​​​​​​​

Penerjemah: Primayanti
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |