Jenazah keempat korban pesawat ATR tiba di Posko DVI Makassar

2 weeks ago 13

Makassar (ANTARA) - Jenazah keempat korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT milik perusahaan maskapai penerbangan Indonesia Air Transport (IAT) akhirnya tiba di Posko DVI Biddokes Polda Sulsel Jalan Kumala Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis malam.

Jenazah tiba di pintu belakang gedung Dokpol sekitar pukul 22.45 WITA terbungkus kantong mayat berwarna putih. Tubuh korban diangkat puluhan personil TNI Polri dari ambulans menuju ruangan pemeriksaan Post Mortem.

Dari pantauan, kantong mayat telah di lebeli dengan ditempel stiker bertuliskan Post Mortem nomor PM.63.B.04. Penomaran jenazah agar mudah diketahui dan tidak tertukar dengan kantong lain yang sebelumnya tiba.

Direktur Operasi Badan Pencarian dan Pertolongan atau Search and Rescue (SAR) Nasional (Basarnas) RI Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo di Posko DVI menyampaikan kepada wartawan telah menyerahkan jenazah untuk diidentifikasi.

"Jenazah ini yang (korban) keempat saya serahkan kepada Kabiddokkes (Kombes Pol Muhammad Haris). Tentang siapa ini (identitas), itu kewenangan Biddokkes," ujar Bramantyo

Ditanyakan apakah jenazah ini berjenis kelamin perempuan atau laki-laki, dan kondisinya utuh atau berupa potongan (body part) tubuh, kata dia, tidak memiliki kewenangan menyimpulkan.

"Belum tahu (jenis kelamin), belum dikasi label. Insya Allah utuh. (berapa persen), nanti tanya pak Haris (Kabiddokes). Soal Perempuan atau laki laki, nanti disampaikan Biddokkes," ujarnya kepada awak media.

Dari laporan masuk, ungkap dia, korban ini ditemukan tim SAR gabungan berada di dalam jurang gunung dengan kedalaman 300 meter dari puncak, di bawah ekor pesawat yang tersangkut pohon.

"Di bawah plane tail. Ekornya pesawat. Malam ini satu (jenazah diserahkan ke DVI), mudah-mudahan besok siang kita tambah lima lagi. Hari ini (ditemukan) enam ," tuturnya menjelaskan.

Sejauh ini, sebut dia, sebanyak empat jenazah telah diserahkan ke tim DVI untuk diidentifikasi. Ada dua jenazah utuh telah diambil pihak keluarga setelah diketahui identitasnya. Dan satu body part (potongan tubuh) dan satu diduga masih utuh.

"Utuh yang diserahkan ke keluarga. Terus yang kemarin body part (potongan tubuh), sama ini (korban keempat), insyaallah utuh. Nanti yang memberikan keterangan Biddokkes," paparnya menanggapi pertanyaan wartawan.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) ini membawa total 10 orang dan dinyatakan hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung daerah perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, pada Sabtu (17/1/2026) siang. Pesawat diketahui setelah menabrak gunung setempat.

Baca juga: Basarnas: OMC membantu tim SAR menemukan korban pesawat ATR 42-500

Baca juga: Basarnas: Enam korban pesawat ATR dalam proses evakuasi SAR gabungan

Baca juga: KNKT investigasi penyebab kecelakaan pesawat ATR 42-500

Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |