Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa hingga saat ini pantauan arus lalu lintas di jalur tol hingga jalan arteri di DKI Jakarta tidak terlalu padat, bahkan lancar menjelang Tahun Baru 2026.
“Karena saat ini masyarakat kita sudah berada di kampung halamannya masing-masing," kata Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados di Jakarta, Sabtu.
Robby mengatakan, puncak arus mudik sudah terjadi pada 24 Desember lalu. Hari tersebut merupakan terakhir bekerja di kantor sebelum diberlakukan kebijakan bekerja dari mana saja (Work From Snywhere/WFA).
Karena itu, kata Robby, pada tanggal 24 Desember tersebut sudah terjadi lonjakan jumlah arus kendaraan yang mengarah ke timur maupun yang mengarah ke Puncak dan yang mengarah ke Merak, Banten.
“Namun jumlahnya tidak terlalu banyak seperti tahun 2024. Jadi masih bisa kita tangani, masih bisa kita lintasi, masyarakat masih bisa melintas dengan lancar,” ungkap Robby.
Baca juga: Rekayasa lalu lintas akan dilakukan pada malam pergantian tahun di DKI
Baca juga: Polda Metro Jaya tempatkan 151 personel di Ragunan
Adapun puncak arus balik diprakirakan akan terjadi pada 3 Januari 2026. Untuk menekan angka kecelakaan, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya juga tetap menerapkan tilang elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/ETLE).
“Namun jumlah pelanggaran yang ada selama Operasi Lilin berlangsung, dari tujuh hari yang sudah berlangsung ini, jumlahnya tidak sebanyak jumlah pelanggaran yang ada pada saat Operasi Lilin tahun lalu.
"Jadi masyarakat juga sudah mengerti posisi ETLE ada di mana,” kata Robby.
Untuk itu, dia berharap masyarakat dapat semakin sadar akan keamanan dalam berkendara. Dengan demikian, arus lalu lintas di momen Natal 2025 dan Tahun Baru 3026 (Nataru) kali ini dapat berjalan baik.
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































