Jakarta (ANTARA) - Kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kasus penjambretan terhadap seorang perempuan di kawasan Ciracas, Jakarta Timur.
"Kami sudah menerima laporan dari korban. Saat ini kasus masih dalam penyelidikan," kata Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Ciracas, Iptu Hasnan Nasrukhi di Jakarta Timur, Senin.
Dalam kasus tersebut, satu orang terduga pelaku telah ditangkap setelah motor yang diduga berkaitan dengan aksi penjambretan ditabrak oleh sopir angkutan JakLingko.
Usai ada laporan korban, pihak Kepolisian saat ini fokus pada pendalaman peran orang yang diamankan serta pengejaran pelaku utama.
Hasnan menjelaskan, peristiwa itu bermula saat korban sedang menunggu JakLingko di pinggir jalan sambil memegang ponsel (handphone). Lalu, secara tiba-tiba, pelaku merampas telepon seluler (ponsel) korban dan langsung melarikan diri.
Baca juga: Polisi buru dua pelaku yang terlibat penjambretan di Kelapa Gading
Ponsel korban dijambret oleh pelaku. "Setelah itu korban berteriak dan teriakan korban tersebut kemudian memicu respon cepat dari sopir JakLingko yang berada di sekitar lokasi.
Sopir tersebut mengikuti arah kaburnya pelaku dan memepet sebuah sepeda motor lain yang berada di belakang jalur pelarian. "Motor yang dipepet itu diduga milik atau dikendarai oleh teman pelaku," katanya.
Dari peristiwa itu, satu orang berhasil ditangkap dan dibawa ke Polsek Ciracas. Namun demikian, polisi masih mendalami keterlibatan orang tersebut dalam aksi penjambretan.
"Yang diamankan satu orang. Perannya masih kami dalami, apakah benar terlibat atau memiliki keterkaitan langsung dengan pelaku utama," tegas Hasnan.
Baca juga: Polisi tangkap jambret yang beraksi di Stasiun MRT Haji Nawi
Selain memeriksa terduga pelaku, polisi juga mengumpulkan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, termasuk korban dan sopir JakLingko yang terlibat dalam upaya penghentian aksi pelaku.
"Kami juga sedang mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti untuk menguatkan perkara ini," kata dia.
Hasnan menegaskan, pihaknya juga masih melakukan pengembangan guna memburu pelaku utama yang melarikan diri usai melakukan penjambretan. "Pelaku utama masih kami kejar. Penyelidikan terus berjalan," katanya.
Hasnan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap aksi kejahatan jalanan dan segera melapor apabila menjadi korban tindak kriminal, khususnya di kawasan rawan saat menunggu angkutan umum.
Sopir JakLingko nomor Jak-19 rute Pinang Ranti-Kampung Rambutan, yakni Tommy menceritakan saat itu dirinya tengah melintas dan melihat seorang calon penumpang menjadi korban penjambretan ponsel di Jalan TB Simatupang, Ciracas, Jakarta Timur.
Baca juga: Polisi kejar jambret yang seret korbannya di Penjaringan
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (30/1) lalu sekitar pukul 20.15 WIB. Saat itu dia melihat ada sebuah motor yang sedang terparkir.
"Ada pelaku satu di situ dan ada rekannya yang sedang memantau si korban. Lalu si pelaku menggasak ponsel korban," kata Tommy saat ditemui di Terminal Kampung Rambutan, Senin.
Peristiwa tersebut merupakan pertama kalinya dirinya langsung menyaksikan penumpang menjadi korban kejahatan jalanan.
"Saya langsung spontanitas, karena itu kan berbuat baik, hanya niat menolong saja. Ya makanya saya jadinya inisiatif sajalah," kata Tommy.
Tommy menyebutkan, pelaku sempat melarikan diri sekitar lebih 500 meter. Lalu, Tommy langsung mengejar dan menabrak sepeda motor pelaku menggunakan unit JakLingko yang dikemudikannya.
"Melihat kejadian seperti itu, jadi saya spontanitas menabrakkan unit saya ke motor penjambret itu yang berjumlah dua orang," katanya.
Baca juga: Polisi bekuk jambret yang beraksi di angkutan umum
Usai dia tabrak, sepeda motor pelaku terjatuh. Salah satu pelaku berhasil ditangkap, sedangkan pelaku lainnya berhasil kabur.
"Pas jatuh langsung dipalangi dengan mobil truk yang baru keluar dari tol. Lalu baru dari warga sama yang pulang kerja itu yang menangkap. Karena yang saya dapatkan pelakunya cuma satu, yang satunya berhasil kabur," ujar Tommy.
Meski unit JakLingko yang dikemudikannya mengalami kerusakan, Tommy mengaku bersyukur karena tidak ada korban jiwa. Dia juga memastikan pihak koperasi dan Transjakarta bertanggung jawab atas kerusakan kendaraan.
"Alhamdulillah dari pihak Transjakarta dengan pihak Koperasi Wahana Kalpika kami ini bertanggung jawab atas kerusakan yang saya sebabkan untuk menabrak pelaku kejahatan," katanya.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































