BRIN perkuat hilirisasi riset dan inovasi guna mendukung industri RI

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mengambil langkah nyata untuk membangun ekosistem riset dan inovasi yang berbasis kebutuhan industri dan percepatan pemanfaatan teknologi hilirisasi.

Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN R. Hendrian dalam pernyataan di Jakarta, Rabu, menjelaskan BRIN sebagai lembaga riset pemerintah berkomitmen menjadi penghela utama dalam penguatan ekosistem riset dan inovasi yang berdaya saing dan berkualitas.

"BRIN ingin menyerap potensi pasar pada riset dan aspirasi narasumber industri strategis ke dalam program riset dan inovasi untuk hilirisasi dan komersialisasi oleh para periset di organisasi riset, pusat riset, dan kelompok riset yang ada di BRIN," katanya.

Hal itu diwujudkan salah satunya lewat Dialog Inovasi Industri Strategis dan Temu Bisnis Radioisotop dan Radiofarmaka, yang akan di Gedung BJ Habibie, Jakarta, pada 5 Pebruari 2025.

Baca juga: BRIN siapkan Rumah Inovasi Indonesia untuk perkuat hilirisasi riset

Hendrian menjelaskan Dialog Inovasi Industri Strategis itu dilaksanakan untuk membangun ekosistem riset dan inovasi berbasis market-driven. Dialog tersebut menekankan pada tantangan utama pasar yang dihadapi industri strategis, potensi dukungan riset yang dibutuhkan, serta kemitraan industri dengan BRIN.

Dialog tersebut menghadirkan tiga narasumber. Pertama, Direktur Teknologi dan Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) dengan topik "Kebutuhan Riset dan Inovasi pada Ekosistem Industri Mineral Strategis."

Kedua, Ketua Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia, dengan topik "Kebutuhan Riset dan Inovasi pada Ekosistem Industri Proses Antara Lain Batubara dan Kelapa Sawit", dan terakhir General Manager Riset dan Pengembangan PT Industri Kereta Api (Persero) dengan topik "Kebutuhan Riset dan Inovasi pada Pengembangan Ekosistem Industri Manufaktur."

Baca juga: BRIN dan Danantara perkuat sinergi riset percepat hilirisasi nasional

Tidak hanya itu Hendrian menerangkan dalam acara tersebut juga diadakan Temu Bisnis Radioisotop dan Radiofarmaka. Kegiatan itu diinisiasi untuk mempercepat pemanfaatan dalam kerangka technology-driven, dimana periset kunci BRIN menyampaikan dan menawarkan hasil riset dan produk inovasi di bidang radioisotop dan radiofarmaka, seperti Kit Radiofarmaka, Senyawa Bertanda, dan Radioisotop Medik.

"Setelah itu kami juga akan petakan kebutuhan berbasis pada peminatan, dan BRIN akan mendampingi mitra industri pada business matching maupun pendetilan one-on-one meeting bersama periset terkait," jelasnya.

Dalam kesempatan itu akan dilakukan juga penandatangan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara BRIN dan sejumlah mitra industri, perguruan tinggi, dan kementerian/lembaga terkait, sebagai upaya komitmen bersama dalam mempercepat hilirisasi riset dan inovasi.

Baca juga: Kemdiktisaintek paparkan capaian 2025, perkuat hilirisasi riset

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |