Jambore Orang Muda suarakan lingkungan dan perlindungan anak

3 months ago 16

Depok (ANTARA) - Jambore Orang Muda 2025 yang digelar Lakpesdam PBNU dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Nasional menghadirkan pemuda dari berbagai daerah yang menyuarakan tentang isu lingkungan dan perlindungan anak.

"Krisis lingkungan dan kekerasan terhadap anak adalah dua sisi dari ketidakadilan yang sama. Orang muda perlu menjadi pemimpin yang tidak hanya vokal, tetapi juga solutif dalam membangun perubahan dari komunitas mereka sendiri," ujar Direktur Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Asrul Raman di Depok, Selasa.

Ia mengatakan forum ini mendorong orang muda untuk tidak hanya memahami dampak krisis, tetapi juga berkolaborasi dalam mencari solusi. Mereka mengikuti berbagai sesi tematik dan permainan edukatif yang memadukan refleksi sosial, kreativitas, dan aksi komunitas.

Ketua Pengurus PKBI Nasional Ichsan Malik menambahkan, isu lingkungan dan perlindungan anak harus dilihat secara utuh karena keduanya menyangkut masa depan generasi. Orang muda punya daya inovasi dan empati untuk menjembatani isu-isu ini.

Sementara perencana Ahli Madya Bappenas Mahendra Arfan Azhar mengatakan pemuda adalah katalis utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Mereka bukan sekadar agen perubahan, tetapi juga arsitek masa depan yang mendorong transformasi sosial dan ekonomi melalui kreativitas dan kolaborasi lintas batas.

Ia mengatakan bahwa suara dan rekomendasi orang muda dalam jambore ini sejalan dengan arah pembangunan nasional.

Baca juga: INFID tegaskan orang muda agen perubahan dalam keberagaman dan HAM

"Kami mendorong orang muda menjadi inovator pembangunan sejalan dengan arah pembangunan yang berkelanjutan," tegasnya.

Salah seorang peserta dari Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Devy Sentuf mengatakan dirinya datang dari latar belakang yang berbeda, tetapi punya mimpi yang sama, masa depan di mana bumi tidak rusak dan anak-anak bisa tumbuh tanpa kekerasan.

Sedangkan First Secretary GEDSI, Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Jakarta Elena Martin Avila mengapresiasi acara jambore ini yang dapat memperkuat ruang partisipasi bermakna bagi orang muda.

"Orang muda Indonesia adalah pemimpin masa kini. Dukungan mereka terhadap isu lingkungan dan perlindungan anak adalah investasi bagi masa depan yang inklusif dan berkeadilan," ujarnya.

Pada kesempatan ini, peserta Jambore Orang Muda bersepakat memilih Suparianto dari Sulawesi Utara sebagai Presiden Orang Muda Indonesia (POMI).

"Kami akan menindaklanjuti berbagai rekomendasi dengan kampanye digital dan mengajak partisipasi orang muda dari seluruh wilayah untuk bergerak bersama. Saatnya kita menyatukan visi dan terus berjuang mewujudkan Indonesia Emas," ujar Suparianto.

POMI akan memperkuat konsolidasi yang sudah dimulai pada Jambore Orang Muda dan memperbanyak sekutu di wilayah dan institusi yang belum terlibat.

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |