Isyarat alam dari bumi dan langit

1 month ago 17
Alam tidak sedang marah, tetapi sedang berbicara dengan bahasa yang semakin tegas. Getaran bumi, kilat di langit, dan hujan yang datang tiba-tiba adalah pengingat bahwa hidup di wilayah rawan bencana menuntut kesadaran kolektif.

Mataram (ANTARA) - Di banyak wilayah rawan bencana, pagi kerap dibuka oleh isyarat alam yang datang tanpa aba-aba. Getaran halus yang menggerakkan benda di dalam rumah atau dentum petir yang membelah langit disertai hujan deras, menjadi pengingat bahwa manusia hidup berdampingan dengan kekuatan alam yang terus bekerja.

Memasuki 2026, isyarat-isyarat ini terasa semakin dekat dalam keseharian, bukan karena bencana selalu hadir dalam skala besar, melainkan karena frekuensinya kian meningkat, datanya kian terbaca, dan peringatannya datang silih berganti.

Di Nusa Tenggara Barat (NTB), dua suara itu bukan hal asing. Getaran gempa dan kilat petir menjadi bagian dari lanskap alam yang membentuk kewaspadaan warga dari pesisir hingga pegunungan.

Sepanjang 2025, wilayah NTB diguncang 6.657 kejadian gempa bumi. Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan penegasan bahwa NTB hidup di atas panggung tektonik yang aktif.

Di saat yang sama, lebih dari sejuta petir tercatat menyambar langit provinsi kepulauan ini, dengan konsentrasi tertinggi di Pulau Sumbawa.

Hujan lebat memang diprakirakan melandai, tetapi cuaca ekstrem belum benar-benar pergi. Ia hanya berganti rupa, datang lebih lokal, lebih tiba-tiba, dan sering kali berkelindan dengan ancaman lain seperti banjir rob dan gelombang tinggi.

Di titik inilah kewaspadaan menjadi isu publik yang mendesak. Bukan lagi sekadar soal membaca prakiraan cuaca atau mengikuti imbauan saat gempa terasa, melainkan bagaimana masyarakat dan pemerintah memaknai isyarat alam sebagai dasar membangun ketahanan bersama.

Baca juga: Bencana tak pernah berlibur

Baca juga: Kenali bencana likuifaksi dan tanda-tanda terjadi bahayanya

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |