Istanbul (ANTARA) - Wilayah udara Iran akan dibuka kembali dalam empat fase, menurut otoritas penerbangan negara tersebut.
Fase pertama akan memungkinkan penerbangan transit untuk dilanjutkan, diikuti oleh penerbangan dari bandara di Iran timur pada fase kedua, menurut laporan stasiun penyiaran milik negara, IRIB, Minggu (19/4).
Fase ketiga akan memulihkan operasi di bandara Mehrabad dan Imam Khomeini, sementara fase keempat dan terakhir akan mencakup penerbangan dari bandara di bagian barat negara itu.
"Penjualan tiket pesawat saat ini ditangguhkan, dan masyarakat harus memperhatikan pengumuman resmi untuk mengetahui status bandara terbaru dan opsi pembelian tiket," kata wakil direktur Organisasi Penerbangan Sipil seperti dikutip IRIB.
IRIB tidak memberikan jadwal kapan pembukaan kembali akan dimulai.
Mengutip Organisasi Penerbangan Sipil, kantor berita Mehr juga melaporkan pada Sabtu (18/4) bahwa operasi penerbangan di bandara-bandara di seluruh negeri akan dipulihkan secara bertahap, berdasarkan kesiapan teknis dan operasional otoritas militer dan sipil, untuk melanjutkan layanan penerbangan penumpang.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, dan Teheran membalas dengan serangan terhadap Israel dan negara-negara regional lainnya yang menampung aset AS.
Perang telah ditangguhkan sejak 8 April, ketika Pakistan memediasi gencatan senjata selama dua minggu.
Washington dan Teheran mengadakan pembicaraan di Pakistan akhir pekan lalu untuk mencapai perdamaian abadi, dan upaya untuk sesi lain di Islamabad sedang berlangsung.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Media: Trump tolak serangan ke Pulau Kharg Iran, takut korban besar
Baca juga: Trump: Pembicaraan AS dan Iran berlanjut, diskusi berjalan sangat baik
Baca juga: AS-Iran dijadwalkan lanjutkan putaran kedua perundingan di Islamabad
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































