Sidoarjo (ANTARA) - Wakil Ketua Umum I Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) Zainudin Amali menyebut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-96 PSSI menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus mendorong peningkatan prestasi sepak bola nasional.
“Perjalanan PSSI sudah 96 tahun. Ini bukan waktu yang singkat. Sejak sebelum kemerdekaan, PSSI sudah didirikan oleh klub-klub pendiri yang mempersatukan sepak bola di berbagai daerah,” kata Zainudin Amali saat merayakan HUT ke-96 PSSI di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu.
Ia menjelaskan sejumlah klub pendiri seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, PSIM Yogyakarta, dan Persis Solo kini berkompetisi di kasta tertinggi.
Sementara, kata dia, beberapa klub lain seperti PPSM Magelang dan PSM Madiun masih berada di level kompetisi bawah.
“Kami berdoa agar semua klub pendiri bisa berada di kasta teratas. Namun, kompetisi tidak bisa diatur, ada yang di Liga 1 dan ada yang di Liga 4,” ucapnya.
Zainudin menegaskan perjalanan panjang klub-klub pendiri menjadi bukti kuat eksistensi PSSI hingga saat ini.
Menurut dia, sejak awal berdiri, PSSI mengusung semangat persatuan yang tercermin dari penggunaan nama “persatuan” dalam klub-klub sepak bola di Indonesia.
“Sepak bola mengajarkan kita untuk bertanding selama 2x45 menit. Setelah itu, kita kembali bersatu sebagai keluarga besar sepak bola Indonesia dan sebagai warga bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan olahraga tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan sarana mempererat kebersamaan.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada para legenda sepak bola nasional yang telah berkontribusi dalam perjalanan panjang organisasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para legenda yang telah mengisi sejarah sepak bola Indonesia. Tanpa kontribusi mereka, PSSI tidak akan seperti sekarang,” kata Zainudin.
Menurut dia, para pemain dari berbagai generasi telah menorehkan prestasi, termasuk yang pernah memperkuat tim nasional Indonesia.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peringatan HUT ke-96 PSSI harus dimaknai sebagai dorongan untuk meningkatkan prestasi, terutama bagi tim nasional di berbagai kelompok usia.
“Mudah-mudahan prestasi terus meningkat, baik dari tim senior maupun kelompok usia seperti U-23, U-20, dan U-17,” tuturnya.
Zainudin juga mengungkapkan PSSI tengah menyiapkan berbagai rencana jangka panjang, termasuk target besar untuk membawa tim nasional Indonesia tampil di Piala Dunia 2030.
“Kami punya mimpi besar. Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar timnas Indonesia bisa masuk Piala Dunia 2030,” ujarnya.
Baca juga: Gaji tersendat, ancaman lama yang hantui Liga Indonesia
Sementara itu, Waketum II PSSI Ratu Tisha Destria menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam membangun sepak bola nasional.
“Sebagaimana dikedepankan oleh Pak Ketua Umum, selalu mengedepankan bagaimana sinergi dengan berbagai macam pihak, mulai dari pemerintah, swasta, dan juga pihak-pihak lainnya. PSSI sebagai organisasi adalah lokomotif pergerakan sepak bola Indonesia, akan tetapi tidak bisa berdiri sendirian,” ujar Ratu Tisha.
Ia mengatakan pada momentum ulang tahun PSSI tahun ini, pihaknya mengajak seluruh elemen untuk berkolaborasi sesuai tema peringatan, yakni "Membangun Sepakbola Indonesia".
Terkait target ke depan, ia menegaskan bahwa PSSI tidak hanya berharap, tetapi terus bekerja untuk mencapai prestasi.
“Kalau kami pengurus, kami tidak hanya berharap, tapi bekerja. Insyaallah, mohon doa, kami akan selalu bekerja untuk sepak bola Indonesia tanpa lelah, mulai dari pembinaan usia dini sampai senior, dan tetap pada target kami di 2045,” jelasnya.
Ratu Tisha juga menambahkan seluruh pihak harus bertanggung jawab atas peran masing-masing dalam memajukan sepak bola nasional.
“Karena kami pelaku, kami harus bertanggung jawab dengan apa pun yang kami kerjakan. Kita doakan yang terbaik dan harus berusaha semaksimal mungkin, tentunya untuk meraih kemenangan,” ucapnya.
Baca juga: Menpora tanggapi dugaan tunggakan gaji pemain PSBS Biak
Baca juga: PSSI: I.League akan jawab terkait kepastian kompetisi pendamping
Pewarta: Indra Setiawan/Naufal Ammar Imaduddin
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































