Jakarta (ANTARA) - Tim bulu tangkis Indonesia tanpa wakil di sektor ganda putri pada babak semifinal All England 2026.
Kepastian tersebut diperoleh setelah Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari harus mengakui ketangguhan ganda Malaysia Pearly Tan/Thinaaj Muralitharan dua gim langsung 9-21 dan 18-21 pada babak perempat final yang berlangsung di Utillita Arena Birmingham, Birmingham, Sabtu pagi WIB.
“Alhamdulillah bisa menyelesaikan permainan meskipun hasilnya bukan yang kami harapkan. Bersyukur bisa beres dengan keadaan sehat,” ujar Ana dikutip dari PBSI.
Ana mengaku bahwa di gim pertama cukup kewalahan menghadapi gempuran dari ganda unggulan kedua dalam turnamen ini.
“Kami sebenarnya sudah ada pola yang disiapkan tapi memang kadang-kadang bola-bola yang pengembaliannya itu kurang akurat. Dibanding pertemuan sebelumnya hari ini mereka mempercepat tempo permainan,” ujar Ana.
Sementara itu, Meilysa mengaku bahwa kurang mengambil inisiatif untuk tampil menekan di gim kedua justru menjadi bumerang bagi mereka karena membiarkan lawan menguasai tempo permainan.
“Di gim kedua kami sempat unggul tapi setelah itu malah jadi terlalu hati-hati mainnya. Kalah berani dengan mereka,” kata Meilysa.
Dipastikan terhenti pada turnamen BWF Super 1000 kali ini, Ana/Meilysa mengaku telah memetik beberapa pelajaran penting yang dijadikan evaluasi ke depannya.
“Banyak hal yang bisa kami ambil hari ini. Kami jadikan pelajaran ke depan dan menjadikan pengalaman untuk terus bisa berproses lebih,” ujar Ana.
Baca juga: Putri KW akui sulit lewati pemain empat besar dunia
Baca juga: Kurang tenang, Rian/Rahmat tersingkir di perempat final All England
Baca juga: Amri/Nita akui kehilangan konsentrasi di momen krusial
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































