Indonesia-Afsel perkuat diplomasi budaya di "Pasar Rakyat Indonesia"

3 months ago 25

Jakarta (ANTARA) - Indonesia dan Afrika Selatan memperkuat hubungan diplomasi antarkedua negara melalui budaya dengan digelarnya acara "Pasar Rakyat Indonesia" 2025 di Cape Town, Afrika Selatan.

Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Cape Town yang tahun 2025 turut didukung oleh Kementerian Kebudayaan.

“Budaya adalah kekuatan lunak (soft power) bangsa. Melalui dialog antarbudaya, kita membangun keharmonisan, kreativitas, dan inovasi yang berakar pada warisan budaya bangsa,” kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangannya yang diterima, Senin.

Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Afrika Selatan serta mempererat hubungan dengan komunitas diaspora Indonesia di kawasan tersebut.

Beragam penampilan budaya seperti tari Saman, angklung, workshop membuat batik, dan sajian kuliner khas Nusantara mewarnai acara ini dan menjadi bagian dari promosi budaya Indonesia.

Baca juga: KJRI Cape Town dukung temu bisnis pada acara Pasar Rakyat Indonesia

Menteri Fadli Zon mengatakan kegiatan rutin ini turut menjadi simbol persahabatan lintas bangsa dan lintas generasi yang telah terjalin selama berabad-abad antara Indonesia dan Afrika Selatan.

“Indonesia dan Afrika Selatan memiliki akar sejarah yang panjang dan mendalam. Tokoh seperti Syekh Yusuf Al-Makassari, yang diasingkan ke Cape Town pada tahun 1694, menjadi jembatan awal hubungan budaya antara kedua bangsa," katanya.

Fadli juga menambahkan bahwa hubungan kedua negara diperkuat melalui semangat Konferensi Asia-Afrika Bandung 1955, yang menegaskan prinsip solidaritas, kesetaraan, dan perdamaian.

Kerja sama itu berlanjut melalui peran bersama Indonesia dan Afrika Selatan dalam forum G20 dan BRICS, termasuk dalam bidang kebudayaan.

Selain Pasar Rakyat Indonesia, akan digelar juga Festival Film Indonesia di Cape Town yang menampilkan film-film terbaik karya sineas Indonesia, seperti "Jumbo", "Sore", dan lain-lain.

Fadli menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam Pasar Rakyat Indonesia 2025 serta para diaspora Indonesia dan komunitas Cape Malay di Afrika Selatan.

Adapun peserta Indonesian Folk Market 2025 terhitung mencapai 4.000 orang yang terdiri atas diaspora Indonesia di Indonesia, masyarakat keturunan Cape Malay, dan masyarakat umum.

“Semoga semangat solidaritas, persaudaraan, dan persahabatan antara Indonesia dan Afrika Selatan terus tumbuh dan terjalin, membawa manfaat bagi kedua bangsa,” tutup Fadli Zon.

Baca juga: Gelar pasar rakyat, KBRI Bandar promosikan budaya Indonesia

Baca juga: Konjen RI Cape Town galang kerja sama meriahkan Pasar Rakyat Indonesia

Baca juga: Afsel meriahkan 30 tahun hubungan dengan RI lewat Pasar Rakyat

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |