Imigrasi Palu karantina 15 WNA Filipina sebelum dipulangkan

1 week ago 14

Palu (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Sulawesi Tengah, mengarantina 15 warga negara Filipina yang sebelumnya terdampar di perairan Kabupaten Buol beberapa waktu lalu sebelum dipulangkan.

"Saat ini sedang menjalani proses karantina dan pemerintah identitas sebelum di pulangkan ke negara asal," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu Muhammad, Akmal, di Palu, Minggu.

Ia mengemukakan selama masa karantina pihaknya akan memenuhi seluruh kebutuhan para WNA tersebut, termasuk makanan dan pakaian.

“Selama karantina kami sambil mengambil keterangan dan melakukan berita acara pemeriksaan (BAP) untuk memastikan identitas serta status kewarganegaraan mereka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, belasan WNA dijemput petugas imigrasi dari Buol dan tiba di Kanim Palu sekitar Pukul 10.00 Wita.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah seluruhnya benar merupakan warga negara Filipina, atau terdapat kemungkinan warga negara lain yang mampu berbahasa Filipina.

Terkait rencana deportasi, ia mengatakan pihak Imigrasi Palu segera berkoordinasi dengan Konsulat Filipina yang berada di Manado, Sulawesi Utara guna proses pemulangan dapat dilakukan secepatnya.

“Setelah pemeriksaan selesai dan koordinasi dengan konsulat dilakukan, kami akan mengupayakan agar mereka segera dipulangkan ke negara asalnya,” tutur Akmal.

Sementara itu, salah satu WNA Filipina bernama Banjir mengungkapkan rasa terima kasih kepada masyarakat dan pihak Imigrasi Indonesia atas bantuan yang diberikan.

Ia mengaku bersama keluarganya sempat terombang-ambing di laut selama 13 hari, sebelum akhirnya berhasil diselamatkan.

“Selama 13 hari di laut, kami hanya punya satu bungkus biskuit. Saya tidak makan, hanya udang-udang saja supaya semua bisa bertahan hidup,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan 15 WNA Filipina tersebut terdampar di perairan Buol saat dalam perjalanan pulang ke Filipina. Mereka dilaporkan bekerja di wilayah Semporna, Sabah, Malaysia.

Namun, perahu yang mereka tumpangi mengalami kerusakan setelah dihantam ombak besar di tengah perjalanan.

Pewarta: Mohamad Ridwan
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |