IHSG berpotensi mendatar seiring ekspektasi BI tahan suku bunga

2 months ago 27
Kecenderungan pelemahan Rupiah diperkirakan akan membuat Bank Indonesia (BI) berpotensi masih mempertahankan BI-Rate tetap pada level 4,75 persen,

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa berpotensi bergerak mendatar seiring ekspektasi Bank Indonesia akan menahan tingkat suku bunga acuannya.

IHSG dibuka menguat 10,52 poin atau 0,12 persen ke posisi 8.427,40. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,16 poin atau 0,02 persen ke posisi 850,08.

"Kecenderungan pelemahan Rupiah diperkirakan akan membuat Bank Indonesia (BI) berpotensi masih mempertahankan BI-Rate tetap pada level 4,75 persen," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Kurs Rupiah mengalami tekanan imbas dari menguatnya indeks dolar Amerika Serikat (AS) akibat komentar pejabat The Fed yang cenderung hawkish.

Baca juga: IHSG Selasa dibuka menguat 10,52 poin

Komentar pejabat The Fed tersebut melemahkan harapan akan penurunan suku bunga Fed Funds Rate (FFR) pada Desember 2025.

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang lebih dari 40 persen atas penurunan FFR sebesar 25 bps pada Desember 2025, atau turun dari 60 persen.

Seiring dengan itu, pelemahan kurs Rupiah diperkirakan akan membuat BI akan mempertahankan BI Rate dalam pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 18-19 November 2025 pekan ini.

Di sisi lain, pemerintah telah menambah dana pemerintah di bank, yaitu masing-masing sebesar Rp25 triliun ditempatkan di Bank Mandiri, Bank BRI dan Bank BNI, serta sebesar Rp1 triliun di Bank Jakarta.

Baca juga: IHSG ditutup menguat di tengah pelemahan bursa kawasan Asia

Dari kawasan Asia, pelaku pasar mencermati meningkatnya ketegangan politik antara China dan Jepang, setelah China memperingatkan warganya tentang rencana perjalanan dan studi di Jepang.

Kementerian Pendidikan China menyatakan meningkatnya risiko keselamatan bagi warga negara China di Jepang.

Pada perdagangan Senin (17/11), bursa saham Eropa ditutup kompak melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,85 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,24 persen, indeks DAX Jerman melemah 1,20 persen, serta indeks CAC Prancis melemah 0,63 persen.

Bursa saham AS di Wall Street juga ditutup kompak melemah pada Senin (17/11), diantaranya indeks Dow Jones melemah 1,18 persen ke 46.590,24, indeks S&P 500 melemah 0,92 persen ke 6.672,41, serta Nasdaq melemah 0,83 persen ke 24.799,92.

Baca juga: Pemerintah dorong penerbitan "Orange Bonds" untuk berdayakan perempuan

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 993,41 poin atau 1,98 persen ke 49.330,00, indeks Shanghai melemah 12,26 poin atau 0,30 persen ke 3.960,78, indeks Hang Seng melemah 277,28 poin atau 1,06 persen ke 26.703,55, dan indeks Strait Times melemah 7,14 poin atau 0,15 persen ke 4.536,35.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |