Jakarta (ANTARA) - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan tren penyakit akibat gaya hidup atau new lifestyle diseases pada anak terus meningkat, ditandai dengan bertambahnya kasus obesitas, hipertensi, hingga diabetes melitus tipe 2 pada usia yang semakin muda.
Ketua Umum PP IDAI Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K) mengatakan perubahan pola makan dan kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor utama yang mendorong munculnya berbagai penyakit tidak menular pada anak.
"Terjadi tren peningkatan obesitas, hipertensi, hingga Diabetes Melitus tipe 2 pada usia yang semakin muda. Ini terkait pola makan dan pola gerak," kata Piprim saat kegiatan puncak HUT ke-72 IDAI di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Minggu.
Baca juga: Dokter ungkap syarat agar pasien diabetes melitus anak bisa berpuasa
Baca juga: Dokter ungkap hal salah kaprah soal diabetes yang diwariskan pada anak
Menurut dia, masalah kesehatan anak di Indonesia saat ini tidak lagi didominasi penyakit infeksi, tetapi juga penyakit metabolik yang sebelumnya lebih banyak ditemukan pada kelompok usia dewasa.
Selain obesitas dan diabetes, anak-anak juga berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan akibat gaya hidup tidak sehat yang ditandai dengan kurang bergerak dan konsumsi makanan berlebihan.
Piprim mengatakan Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan kesehatan anak, termasuk stunting yang penurunannya dinilai belum sesuai target.
"Kedua, masalah penyakit tidak menular. Kita masih menghadapi stunting yang penurunannya belum sesuai target. Lalu ada masalah obesitas dan penyakit metabolik akibat gaya hidup tidak sehat," ujarnya.
Ia menambahkan penggunaan gawai secara berlebihan sejak usia dini turut berkontribusi terhadap berkurangnya aktivitas fisik anak dan meningkatkan risiko gangguan tumbuh kembang.
Menurut dia, selain penyakit metabolik, paparan gawai yang tidak terkontrol juga dapat berkaitan dengan keterlambatan bicara (speech delay) hingga gangguan perkembangan pada anak.
IDAI mengimbau orang tua membiasakan pola hidup sehat dalam keluarga, termasuk mendorong anak aktif bergerak, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan membatasi penggunaan gawai sesuai usia anak.
Baca juga: CKG Batam temukan mayoritas penderita diabetes melitus anak dan remaja
Baca juga: Kenali tanda-tanda diabetes melitus tipe 1 pada anak
Baca juga: Dokter sarankan pasien diabetes konsumsi makanan dengan gula alami
Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































