Jakarta (ANTARA) - Dalam menghadapi era percepatan teknologi dan puncak bonus demografi, Indonesia dituntut menyiapkan sumber daya manusia dengan kemampuan kepemimpinan dan literasi kecerdasan buatan (AI) yang kuat.
Menjawab kebutuhan tersebut, Indonesia–Australia Skills Exchange (IASE) hadir membantu organisasi pemerintah dan swasta meningkatkan daya saing bisnis melalui pelatihan bersertifikat internasional.
Platform ini menyediakan akses ke lebih dari 300 program pelatihan dari 50 lembaga pendidikan Australia, termasuk universitas dan lembaga vokasi.
“Organisasi yang ingin tetap kompetitif harus menyiapkan tenaga kerjanya bukan hanya untuk beradaptasi, tetapi juga memimpin perubahan,” ujar Lembaga Pelaksana Kerja Sama ekonomi Indonesia–Australia (IA-CEPA), Clarice Campbell dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Baca juga: APINDO dan IASE Selesaikan Seri Pelatihan Bersertifikat Bersama Lembaga Terkemuka Australia
Menurut Campbell, semakin banyak perusahaan dan lembaga publik yang membutuhkan pemimpin tangguh dengan kemampuan memahami serta memanfaatkan AI secara strategis.
Menurut dia, investasi pada peningkatan kapasitas SDM bukan hanya melahirkan individu yang kompeten, tetapi juga memperkuat ketahanan bisnis jangka panjang.
Data World Economic Forum 2025 memperkirakan 92 juta pekerjaan di dunia berpotensi tergantikan oleh otomatisasi pada 2030, sementara 69 juta peran baru akan tercipta.
Oleh karena itu, ia menegaskan perlunya pelatihan yang relevan, fleksibel, dan inklusif agar tenaga kerja siap menghadapi perubahan.
Melalui IASE, organisasi dapat memilih berbagai program pelatihan, seperti Effective Workplace Leadership dari TAFE Queensland, atau AI for Management – Prompt Engineering dari Lumify Group yang mengajarkan penerapan AI secara etis dan produktif.
Ia menambahkan, program ini menjadi bagian dari kerja sama ekonomi bilateral Indonesia–Australia yang bertujuan memperkuat hubungan kedua negara dalam perdagangan, investasi, dan pengembangan keterampilan.
"Kami ingin memberikan akses mudah bagi organisasi di Indonesia terhadap pelatihan kelas dunia yang relevan, praktis, dan siap diterapkan.," kata Campbell.
Baca juga: Platform B2B IASE hadirkan pelatihan inovatif Australia di Indonesia
Baca juga: Alasan untuk tidak menunda belajar AI dan koding
Baca juga: Menekraf tekankan pentingnya literasi dan etika dalam pemanfaatan AI
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































