Hoaks! Gus Yahya ajak masyarakat kecam Iran

5 hours ago 4

Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial TikTok mengeklaim bahwa Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), bersama Duta Besar Amerika Serikat mengajak masyarakat Indonesia untuk mengecam tindakan Iran dalam konflik di Timur Tengah.

Unggahan tersebut juga menyebut bahwa peperangan tersebut merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

“Gus Yahya di damping Dubes AS meminta masyarakat Indonesia untuk mengecam Tindakan Iran stop perperangan karena hal itu jelas melanggar HAM”

Namun, benarkah Gus Yahya dan Dubes AS mengajak publik Indonesia untuk mengecam Iran?

Unggahan yang menarasikan Gus Yahya ajak masyarakat kecam Iran. Faktanya, pernyataan tersebut tidak berdasar. (TikTok)

Penjelasan:

Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun laporan dari media kredibel yang menyebutkan adanya ajakan tersebut.

PBNU justru menekankan pentingnya deeskalasi konflik serta mendorong upaya perdamaian di kawasan.

Selain itu, gambar dalam unggahan tersebut identik dengan pemberitaan resmi Nahdlatul Ulama berjudul “Temui Dubes AS, Gus Yahya Serukan Dialog AS-Iran Demi Hentikan Perang di Timur Tengah” yang dipublikasikan pada 1 April 2026.

Dalam konteks aslinya, Gus Yahya mendorong dialog antara Amerika Serikat dan Iran untuk meredakan ketegangan, bukan mengajak masyarakat Indonesia mengecam Iran.

Dengan demikian, klaim yang menyebut Gus Yahya dan Dubes AS mengajak masyarakat Indonesia mengecam Iran merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

Rating: Gus Yahya ajak masyarakat kecam Iran

Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |