Cianjur (ANTARA) - Memasuki H-2 Lebaran jalur selatan Cianjur, Jawa Barat, mulai padat dilalui kendaraan pemudik dengan tujuan sejumlah kecamatan, sehingga penjagaan di sejumlah pos pengamanan ditingkatkan.
Pantauan Antara, volume kendaraan dengan ciri khas mudik dimana jenis roda empat membawa barang di bagian atap dan roda dua dengan tambahan bagasi dari kayu di bagian jok belakang melintas dari jalur utama Cianjur menuju jalur selatan seperti Cibeber, Campaka, dan seterusnya.
Peningkatan volume kendaraan pemudik sudah terlihat sejak pagi hingga petang dan diprediksi meningkat menjelang tengah malam, bahkan di beberapa titik rawan seperti pasar dan perempatan laju kendaraan tersendat selama beberapa menit.
Puluhan petugas disiagakan di setiap titik rawan macet mulai dari Pasar Cibeber sampai dengan Pasar Tanggeung, guna memastikan arus kendaraan dapat melintas dengan normal dan lancar meski mengalami peningkatan.
Hal yang sama terlihat di sepanjang jalur Naringgul perbatasan dengan Kabupaten Bandung, dimana volume kendaraan dengan ciri khas mudik mulai banyak melintas dengan tujuan kecamatan terujung Cianjur seperti Cidaun, Sindangbarang, Agrabinta, dan kecamatan lainnya.
Baca juga: Jasamarga catat 136.210 kendaraan lintasi Tol MKTT jelang Lebaran 2026
Para pemudik diimbau untuk tetap berhati-hati dan waspada saat melintas di sepanjang jalur mudik selatan Cianjur terlebih saat cuaca ekstrem karena banyak terdapat titik rawan longsor yang kerap menutup landasan jalan.
Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi Suhandi, mengatakan memasuki H-2 Lebaran volume kendaraan yang melintas di jalur utama mudik Cianjur termasuk wilayah selatan mulai mengalami peningkatan, namun tidak menyebabkan macet.
Pihaknya menyiagakan seluruh personel gabungan di 24 pos pengamanan dan pelayanan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik yang melintas, termasuk mengimbau pemudik untuk mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan selama dalam perjalanan.
"Kami meningkatkan pengawasan dan pengamanan di seluruh jalur mudik Cianjur agar pemudik yang melintas merasa aman dan nyaman, sejumlah rekayasa arus diberlakukan ketika dibutuhkan agar arus kendaraan dapat berjalan normal dan lancar," katanya.
Baca juga: Kendaraan tinggalkan Jabotabek capai 1,48 juta unit per H-3 Lebaran
Baca juga: Belasan relawan pramuka bantu layani pemudik di Stasiun Pasar Senen
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































