Guru Besar UI: Arsitektur masa depan harus menjawab perubahan iklim

3 hours ago 4

Depok (ANTARA) - Guru Besar Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) Prof Dalhar Susanto mengemukakan arsitektur masa depan harus mampu menjawab isu-isu besar seperti perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, serta kebutuhan akan lingkungan binaan yang adaptif.

"Perkembangan teknologi harus diiringi dengan kesadaran terhadap nilai-nilai keberlanjutan, sehingga arsitektur tidak hanya efisien secara teknis, tetapi juga bertanggung jawab secara ekologis dan sosial,” kata Prof. Dalhar di kampus UI Depok, Kamis.

Sebagai akademisi dan peneliti, Prof Dalhar telah banyak makan asam garam dalam bidang arsitektur dan konstruksi. Ia mendedikasikan diri dalam riset yang berkontribusi pada penguatan
praktik arsitektur berkelanjutan di Indonesia.

Penelitiannya mencakup pengembangan material alternatif ramah lingkungan, seperti serat alami, komposit daur ulang, hingga living materials yang mengintegrasikan unsur biologis dalam sistem bangunan.

Baca juga: Guru Besar UI kembangkan metode 'sintesa hijau'

Selain itu, ia juga mengembangkan teknologi konstruksi tepat guna yang kontekstual dengan kondisi lokal, termasuk sistem sambungan knock-down, shelter darurat portabel, serta hunian adaptif untuk wilayah rawan bencana.

Kajian lain yang dikembangkan Prof Dalhar, yakni standar minimum hunian dan efisiensi ruang berbasis aktivitas sebagai respons terhadap urbanisasi dan keterjangkauan perumahan di
Indonesia.

Pendekatan ini menegaskan bahwa arsitektur tidak hanya berperan sebagai produk fisik, tetapi juga bagian dari sistem sosial dan kebijakan publik.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perkembangan teknologi digital seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), digital twin, dan sistem berbasis sensor akan semakin mempengaruhi praktik arsitektur.

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |