Kota Padang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi menginstruksikan dinas terkait untuk segera melakukan pengerukan di sepanjang aliran sungai terutama di daerah-daerah rawan bencana demi mencegah terjadinya banjir berulang.
"Saya sudah meminta Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumbar berkoordinasi dengan balai sungai agar segera mengeruk sepanjang aliran sungai yang sudah mengalami pendangkalan," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Kota Padang, Sabtu.
Hal tersebut disampaikan gubernur menyikapi banjir bandang susulan yang terjadi di Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
Mahyeldi mengatakan pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan sangat mendesak dan penting untuk mencegah meluapnya debit air yang berpotensi menyebabkan bencana serupa di kemudian hari.
"Segera keruk sepanjang aliran sungai yang sudah mengalami pendangkalan sebelum dampak luapan air semakin parah," tegas Mahyeldi.
Baca juga: Lima banjir bandang susulan terjadi di Maninjau Agam sepanjang Kamis
Pada kesempatan itu, eks Wali Kota Padang tersebut juga mengimbau masyarakat untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman mengingat dalam beberapa hari terakhir curah hujan di Kabupaten Agam masih tinggi sehingga dikhawatirkan menyebabkan banjir bandang susulan.
"Masyarakat kita imbau untuk sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebab, curah hujan masih tinggi dan tanah bekas longsoran masih sangat labil," imbau dia.
Sementara itu, Bupati Agam Benny Warlis menyambut baik respons Pemerintah Provinsi Sumbar dalam menangani dampak bencana di daerah tersebut. Apalagi, Kabupaten Agam sudah beberapa kali diterjang banjir bandang susulan sehingga butuh perhatian dan mitigasi lebih.
"Kita bersyukur ada tambahan alat berat yang dikerahkan gubernur untuk mempercepat penanganan di lapangan, termasuk bantuan untuk kebutuhan dasar masyarakat terdampak," ujarnya.
Baca juga: BPBD: Pengungsi dampak banjir di Maninjau Agam menjadi 428 orang
Baca juga: Baznas Agam dirikan dapur umum bagi warga terdampak banjir di Maninjau
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































