Jayapura (ANTARA) - Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri menekankan pentingnya akuntabilitas kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional pada apel awal 2026.
"Memasuki awal tahun ini saya minta semua hal-hal buruk ditinggalkan, jangan sampai terbawa di 2026," katanya di sela-sela apel perdana awal 2026 bertempat di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Senin.
Menurut Fakhiri, setiap ASN, khususnya pejabat struktural, harus bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab yang telah ditetapkan serta berorientasi pada hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Akuntabilitas kinerja ASN menjadi kunci utama agar setiap program dan kegiatan pemerintah benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus memahami dan melaksanakan program kerja sesuai dengan perencanaan dan alokasi anggaran yang telah ditetapkan, serta menghindari praktik-praktik yang tidak sejalan dengan ketentuan hukum.
"Kami bakal melakukan evaluasi terhadap kinerja ASN dan dilakukan secara berkala agar kekurangan pada tahun sebelumnya dapat diperbaiki dan tidak terulang pada tahun berjalan," katanya lagi.
Dia menambahkan pihaknya juga mendorong para pejabat dan ASN lebih dekat dengan masyarakat, memahami kebutuhan riil di lapangan, serta memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkeadilan.
"Saya juga mengingatkan pentingnya ketelitian dalam pelaksanaan program dan penggunaan anggaran agar seluruh kegiatan pemerintah berjalan efektif dan akuntabel," ujarnya.
"Untuk itu, bekerjalah sesuai perencanaan yang sudah ditetapkan, jangan menunggu di akhir baru bekerja, karena itu akan berdampak pada kualitas kinerja dan pelayanan. Kami berharap dengan meningkatnya akuntabilitas dan profesionalisme ASN, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah dapat terus terjaga dan pembangunan di Papua berjalan lebih optimal," katanya.
Pewarta: Qadri Pratiwi
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































