Palangka Raya (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menyatakan hadirnya Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) sebagai implementasi dari komitmen kuat pemerintah provinsi dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
"Dengan kartu ini, kami ingin memastikan kesejahteraan masyarakat Kalteng, terutama masyarakat kecil dan di wilayah pedalaman," katanya di Palangka Raya, Sabtu.
Baca juga: KPM Barito Selatan terbantu program bantuan pangan melalui Bulog
Kartu Huma Betang menerapkan sistem digitalisasi, sehingga pemberian bantuan sosial bisa dilakukan dengan tepat sasaran dan tepat aturan.
Adapun bantuan sosial melalui Kartu Huma Betang ini mencakup berbagai sektor, mulai dari pangan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta lainnya. Semua terintegrasi menjadi satu.
Agustiar mengatakan kendati kondisi fiskal daerah pada 2026 mengalami penurunan signifikan, APBD Kalimantan Tengah 2026, tercatat sekitar Rp5 triliun lebih, turun dibanding APBD tahun 2025 yang mencapai Rp10 triliun lebih.
“Meski demikian, saat adanya efisiensi anggaran, kami tetap berkomitmen memprioritaskan program-program pembangunan yang berdampak langsung ke masyarakat. Kartu Huma Betang Sejahtera ini menjadi pilar utama mewujudkan visi dan misi saya bersama Bapak Wakil Gubernur Edy Pratowo,” ujarnya.
Adapun sebagai tahap awal, implementasi bantuan sosial dari Kartu Huma Betang adalah berupa bantuan pangan dan bantuan tunai. Bantuan terdiri atas paket bahan pangan senilai Rp150.000, meliputi beras premium 5 kg, minyak goreng 1 liter dan gula pasir 1 kg, serta bantuan tunai Rp250.000. Penyaluran dilakukan melalui Bulog dan Bank Kalteng.
Sementara ini tercatat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mencapai hingga 279.434 KPM tersebar di 13 kabupaten dan 1 kota di Kalimantan Tengah.
Baca juga: Penyaluran cadangan beras pemerintah di Kalteng capai 100 persen
Baca juga: 5.862 KPM di Barito Selatan dapat bantuan cadangan pangan
Pelaksana tugas Sekda Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung mengatakan pendistribusian Kartu Huma Betang dilakukan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya keluarga tidak mampu dan masyarakat di pelosok, sesuai ketentuan yang berlaku dengan sumber data utama Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dimutakhirkan setiap triwulan berdasarkan data Kementerian Sosial RI.
Pendistribusian kartu melibatkan Relawan Kartu Huma Betang Sejahtera yang terdiri atas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Program Keluarga Harapan (PKH), serta Pendamping Desa.
"Target hingga akhir Februari 2026, seluruh KPM telah menerima kartu ini," ujarnya.
Pewarta: Muhammad Arif Hidayat
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































