Gubernur Kaltara belasungkawa atas insiden pesawat Pelita di Krayan

2 hours ago 1

Tanjung Selor (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang menyampaikan belasungkawa dan prihatin atas musibah jatuhnya pesawat kargo milik Pelita Air Service tipe AT-802 di Pa’ Belaban, lokasi Pa' Betung, Kecamatan Krayan Timur, Nunukan, Kamis (19/2).

“Saya selaku gubernur, selaku Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sangat prihatin dengan kejadian musibah gagal takeoff-nya pesawat Pertamina pengangkut BBM,” kata Zainal di Tanjung Selor, Jumat.

Zainal mengatakan kejadian naas tersebut terjadi setelah pesawat membawa BBM sebanyak empat ton di Bandara Yuvai Semaring dan setelah lepas landas menuju Tarakan.

“Saya menyampaikan turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga almarhum husnul khatimah dalam menjalankan tugas negara,” ucapnya.

Gubernur mengungkapkan bahwa pilot Capt. Hendrick Lodewyck Adam (54) yang menjadi korban bertugas mengangkut BBM untuk masyarakat di wilayah perbatasan dan pedalaman, itu adalah tugas negara.

“Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan dan kekuatan dalam ujian ini,” doanya.

Baca juga: TNI temukan jenazah pilot Pelita Air korban kecelakaan pesawat

Komandan Lanud Anang Busra, Marsma TNI Andreas A. Dhewo, mengatakan insiden terjadi saat pesawat melayani rute pengangkutan BBM dari Tarakan menuju Krayan.

“Pesawat diawaki satu orang pilot dan berdasarkan hasil evakuasi di lokasi, pilot ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-PAA dan nomor penerbangan PAS 7107 itu lepas landas dari Tarakan pukul 12.10 WITA menggunakan runway 22.

Saat keberangkatan, kondisi cuaca dilaporkan hujan ringan dengan jarak pandang sekitar 6 kilometer. Awan rendah (cloud base) terpantau broken di ketinggian 1.400 feet dengan suhu 23,9 derajat Celsius.

“Beberapa menit kemudian, saksi mata melihat pesawat menurun dalam posisi miring ke arah perbukitan di ujung runway 22,” jelasnya.

Sekitar pukul 12.25 WITA, saksi mata di sekitar Bandara Yuvai Semaring, Krayan melihat pesawat dalam posisi miring menurun ke arah belakang bukit di ujung pendekatan runway 22.

Baca juga: Pelita ungkap kronologi pesawat carter jatuh sebabkan pilot meninggal

AirNav unit Long Bawan kemudian berkoordinasi dengan pihak bandara. Pada pukul 12.27 WITA, pesawat Susi Air yang hendak memasuki wilayah Krayan memutuskan kembali ke Malinau karena cuaca memburuk.

Pilot Susi Air menerima sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dengan radius sekitar 5 kilometer dari arah final runway 22.

“Tim gabungan bersama masyarakat segera bergerak ke lokasi dan pesawat ditemukan pukul 14.33 WITA,” katanya.

Pesawat ditemukan dalam kondisi hancur di wilayah perbukitan. Pilot yang menjadi satu-satunya awak di dalam pesawat dinyatakan meninggal dunia.

Evakuasi dilakukan secara manual mengingat medan yang cukup berat. Pada pukul 15.20 WITA, jenazah dibawa ke Rumah Sakit setempat.

Baca juga: Pelita Air gandeng KNKT investigasi penyebab pesawat jatuh di Nunukan
Baca juga: Cuaca buruk diduga penyebab insiden pesawat angkut BBM di Krayan

Pewarta: Susylo Asmalyah
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |