Gubernur Jatim dukung program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan

1 week ago 11

Kediri (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mendukung program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (Sikap) yang diterapkan di sekolah baik negeri maupun swasta untuk memberikan edukasi secara langsung ke siswa.

Gubernur Jatim mengemukakan program ini direalisasikan menyusul dengan banyaknya lahan di sekolah yang kurang produktif, misalnya hanya sebagai tempat pembuangan sampah.

"Seiring dengan program nasional membangun ketahanan pangan, saya mendiskusikan ini dengan Pak Aris (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim) dan ketemulah format Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (Sikap)," katanya di Kediri, Minggu.

Gubernur saat peresmian program Sikap di SMKN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri, juga memberikan apresiasi ke sekolah tersebut yang telah membuat inisiasi lebih awal. Sekolah membuat inovasi membuat lahan produktif sesuai dengan jurusan di sekolah.

Menurut dia, langkah ini bisa sebagai pembelajaran atau learning by doing sekaligus sebagai laboratorium mereka. Anak-anak sudah latihan kerja sebelum magang di luar sekolah.

"Jadi pada dasarnya mereka sudah semacam latihan kerja di sini. Kalaupun mereka magang ya sudah magang di sini. Dan kemitraan, partnership ini luar biasa. Jadi ada yang melakukan mentoring dan sekaligus offtaker. Sehingga apa yang dihasilkan itu sudah langsung ketemu dengan offtaker," ujar dia.

Lebih lanjut, Gubernur mengatakan anak-anak juga menjadi lebih mengerti, karena offtaker tersebut dari sebuah korporasi, maka mereka juga punya standar.

Baca juga: Khofifah yakin Sekolah Rakyat efektif putus mata rantai kemiskinan

Anak-anak tersebut mendapatkan standarisasi seperti persyaratan yang akan mengambil bibit ayam atau telur ayam termasuk telur Omega.

Selain itu, anak-anak juga dibuat piket dan bertanggung jawab atas yang telah ditugaskan misalnya untuk breeding ayam yang membutuhkan perawatan.

Hasil dari inovasi itu, mulai dari kandang ayam, kandang sapi, kambing hingga lahan pertanian juga terawat.

"Selama 24 jam monitoring dan anak-anak juga mengikutinya. Itu menjadi siklus bagaimana ketika nanti mereka akan masuk pada dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, mereka sepertinya sudah berproses di sini. Jadi peternakannya bagus, kemudian pertaniannya juga bagus. Kemudian ada juga hilirisasinya," katanya.

Dalam kegiatannya di Kediri, Gubernur Khofifah juga melakukan zoom meeting dengan SMK/SMA dari 38 kabupaten/kota se-Jatim terkait dengan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan tersebut.

Ia juga sempat dialog dengan perwakilan dari sekolah dan memberikan apresiasi atas program yang diterapkan di sekolah masing-masing.

Gubernur Jatim juga melakukan penanaman bibit tanaman dan menabur benih ikan di SMKN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri sekaligus memberikan pakan untuk ikan di kolam lainnya.

Baca juga: Gubernur Jatim apresiasi inovasi School Food Care SMAN 1 Pandaan

Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Heru Susenon, dan tamu undangan lainnya.

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |