Gubernur: 610 desa di Kaltim telah terhubung saluran internet

3 months ago 25

Samarinda (ANTARA) - Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud mengemukakan saat ini 610 dari 841 desa di kabupaten dan kota se -Kaltim telah memiliki koneksi internet, hal itu sebagai wujud program pemerataan pembangunan hingga pelosok daerah telah berjalan dengan baik.

Rudy Mas'ud di Samarinda, Rabu, mengatakan capaian ini strategis dan vital dalam mendorong kemajuan di berbagai sektor pembangunan, termasuk di luar wilayah kelurahan.

Baca juga: Diskominfo Kaltim salurkan internet gratis ke 29 desa di Kukar

“Kehadiran internet di desa-desa sangat sesuai dengan program prioritas Pemprov Kaltim. Tujuannya jelas, untuk mendukung mencerdaskan anak-anak Kaltim dan mempercepat pelayanan publik berbasis digital hingga ke pelosok,” kata Rudy.

Menurut Gubernur, digitalisasi dan literasi adalah dua hal yang saling terkait erat. Dengan hadirnya internet, minat baca dan budaya literasi anak-anak Kaltim semakin meningkat.

“Kita akan terus dorong terwujudnya Desa Internet agar anak-anak Kaltim semakin gemar membaca, didukung fasilitas digital yang memadai,” ujar Rudy.

Orang nomor satu di lingkup Pemprov Kaltim itu berharap provinsi itu ke depan benar-benar menjadi Provinsi Literasi, dimana generasi mudanya memiliki budaya membaca yang kuat.

Baca juga: Gubernur Kaltim desak Telkom buka akses internet wilayah pedalaman

Baca juga: Kaltim targetkan 800 titik Internet Desa di wilayah terpencil

Untuk memastikan seluruh desa di Kaltim segera terjangkau internet, Gubernur juga mengajak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kaltim untuk berpartisipasi aktif.

“Internet dan digitalisasi wajib kita hadirkan di seluruh desa di Kaltim. Kami berharap perusahaan berperan aktif mendukung pemerintah mewujudkan internet di desa-desa sekitar wilayah operasi mereka,” kata Rudy Mas'ud.

Pewarta: Arumanto
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |