FLS3N 2025 hadirkan ruang berkarya kolaborasi bagi pelestari budaya 

3 months ago 16

Jakarta (ANTARA) - Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen menyelenggarakan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Pendidikan Dasar 2025 sebagai upaya memperluas akses pembinaan prestasi dan pelestarian budaya di satuan pendidikan.

Kegiatan yang mengusung tema “Ekspresi Seni, Inspirasi Negeri” itu berlangsung pada 3-8 November 2025 dan diikuti oleh peserta dari 32 provinsi serta sekolah Indonesia di luar negeri.

Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono di Jakarta pada Kamis menjelaskan FLS3N tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran karakter bagi peserta didik.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan wadah yang tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang kolaborasi dan apresiasi bagi peserta dari seluruh Indonesia. Seni adalah bahasa universal yang menembus batas wilayah, bahasa, dan budaya,” katanya.

Pada jenjang SD/MI sederajat, ia menyebutkan terdapat tujuh cabang lomba, antara lain menyanyi solo, pantomim, mendongeng, menulis cerita, tari, gambar ekspresi, dan kriya.

Sementara untuk jenjang SMP/MTs sederajat, lanjutnya, terdapat delapan cabang lomba seperti tari kreasi, ilustrasi, hingga kreativitas musik tradisional. Tahun ini, jumlah pendaftar mencapai lebih dari 191 ribu murid dari seluruh Indonesia.

Baca juga: Kemendikdasmen pacu inovasi-jiwa wirausaha pelajar lewat FIKSI 2025

Irene menambahkan pelaksanaan FLS3N menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan empati melalui proses kreatif.

Dengan berpartisipasi, para peserta tidak hanya mengasah kemampuan artistik, tetapi juga belajar menghargai keberagaman budaya Nusantara.

Selain kompetisi, ia menambahkan rangkaian kegiatan FLS3N 2025 juga meliputi pameran karya seni murid, workshop seni dan literasi, serta pertunjukan kolaborasi budaya daerah yang mempertemukan para talenta muda dari berbagai provinsi.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap peserta didik dapat memperluas wawasan budaya, memperkuat jejaring kolaboratif, dan menumbuhkan apresiasi terhadap keberagaman budaya Nusantara.

Irene menuturkan FLS3N merupakan bagian dari strategi Kemendikdasmen dalam memperkuat ekosistem talenta dan pembinaan seni budaya di sekolah.

“Peserta FLS3N adalah ujung tombak pelestarian budaya bangsa. Tanpa regenerasi, identitas dan warisan budaya bisa perlahan hilang. Karena itu, apresiasi setinggi-tingginya bagi para peserta yang terus berkarya di bidang seni dan sastra,” ujar Irene.

Lebih lanjut, ia menjelaskan potensi pengembangan seni budaya di sekolah sangat besar karena didukung oleh guru dan lingkungan belajar yang kaya akan nilai lokal.

“Dari tiga jenis talenta seni budaya, riset inovasi, dan olahraga bidang seni budaya adalah yang paling memungkinkan dikembangkan di sekolah secara mandiri. Karena seni mengakar pada budaya daerah, dan guru dapat langsung mengajarkan serta menumbuhkan minat peserta didik untuk mengaktualisasikannya,” imbuhnya.

Dengan semangat Ekspresi Seni, Inspirasi Negeri, ia berharap FLS3N 2025 dapat menegaskan peran penting pendidikan seni dalam membentuk karakter, kreativitas, dan kebanggaan nasional peserta didik.

Baca juga: Kemendikdasmen perkuat dukungan bagi murid ABK lewat LKS Diksus

Baca juga: Kemendikdasmen dukung pengajuan aksara daerah ke UNESCO

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |