Festival Sepe mempromosikan flamboyan jadi ikon wisata Kota Kupang 

3 months ago 32

Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mengatakan Festival Sepe 2025 sebagai upaya mempromosikan bunga sepe atau flamboyan (Delonix regia) sebagai ikon wisata dan budaya di ibu kota Nusa Tenggara Timur tersebut.

“Festival ini bukan sekadar menampilkan pesona bunga flamboyan, tetapi juga untuk meneguhkan sepe sebagai ikon budaya dan identitas Kota Kupang,” kata Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis di Kupang, Sabtu.

Ia menjelaskan festival tersebut turut memperkenalkan tenun bermotif bunga sepe sebagai ciri khas Kota Kupang. Sejak pertama kali ditemukan pada 2021, motif sepe telah resmi memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum RI.

Melalui kegiatan ini kita merawat warisan, menumbuhkan kebanggaan. Dan menanamkan nilai-nilai budaya pada generasi muda agar mereka mencintai daerahnya dengan cara yang kreatif dan bermakna.

“Tugas kita semua sebagai warga kota Kupang untuk mulai memperkenalkan motif daerah sendiri yaitu motif sepe,” katanya menambahkan.

Ia menambahkan festival tersebut dilaksanakan di Taman Nostalgia sebagai pusat kegiatan Saboak Koepan, event UMKM setiap akhir pekan.

“Atas arahan Bapak Wali Kota Christian Widodo, lokasi ini dipilih agar semangat budaya dan ekonomi kreatif dapat berpadu menjadi satu gerak bersama,” katanya.

Serena juga mendorong agar Festival Sepe menjadi perayaan tahunan sehingga menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus melestarikan budaya lokal bagi generasi muda.

Warga mengunjungi sejumlah bazar UMKM dalam rangkaian kegiatan Festival Sepe yang berlangsung pada 1-2 November 2025 di Taman Nostalgia Kupang, Sabtu, (1/11/2025). (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)

Sementara itu, Ketua Panitia dari Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Kupang Margarita Salean, menjelaskan selain untuk memperkenalkan sepe sebagai identitas budaya, festival tersebut juga bertujuan mempromosikan Kupang sebagai daerah tujuan wisata.

“Dengan terselenggaranya berbagai event kreatif membuat Kupang bukan hanya menjadi tempat transit tetapi juga menjadi destinasi wisata yang menarik,” katanya.

Ia mengatakan festival yang berlangsung pada 1-2 November 2025 dilaksanakan berdekatan dengan musim mekar bunga sepe menjelang akhir tahun.

Adapun rangkaian kegiatan festival yaitu lomba tenun motif sepe (tingkat SMA dan mahasiswa), lomba fashion show tenun sepe (SD dan SMA), lomba mewarnai anak (PAUD dan TK), pentas tari dan musik, serta bazar UMKM dan komunitas lokal di Kupang.

Margarita menambahkan festival tersebut dibiayai dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dispar Kota Kupang tahun anggaran 2025.

Baca juga: Tenun ikat motif sepe dapat sertifikat HKI

Baca juga: Kementerian UMKM fasilitasi legalitas untuk 1.000 usaha mikro di NTT

Baca juga: Kemendukbangga: NTT jadi contoh kolaborasi atasi kemiskinan-stunting

Pewarta: Yoseph Boli Bataona
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |