Festival Media Papua sebagai ruang berbagi pengetahuan dan inovasi

3 weeks ago 16

Jayapura (ANTARA) - Kepala Biro Perum LKBN Antara Papua Hendrina Dian Kandipi mengatakan Festival Media Papua sebagai ruang berbagi pengetahuan dan inovasi serta peningkatan kapasitas insan pers di Tanah Papua.

"Media sosial seharusnya tidak digunakan sebagai sarana provokasi, tetapi menjadi alat untuk membangun narasi damai dan memberikan pemahaman yang utuh tentang Papua," katanya di sela Festival Media se Tanah Papua di Nabire, Rabu.

Baca juga: DPR RI ajak mahasiswa Papua sampaikan aspirasi melalui media digital

Menurut Dian, media sosial jangan dijadikan pemantik konflik, namun di situlah peran jurnalis untuk menghadirkan narasi damai, memberikan informasi yang berimbang, dan menunjukkan bahwa Papua tidak hanya soal konflik, tetapi juga memiliki banyak potensi.

"Banyak konflik yang berkembang di Papua bermula dari informasi di media sosial yang tidak terkelola dengan baik, dengan demikian jurnalis perlu menyajikan konten yang tidak menjadi pemicu konflik, melainkan mampu mengedukasi publik," ujarnya.

Dia menjelaskan Festival Media se-Tanah Papua menjadi ruang edukasi bagi jurnalis dan pelajar di daerah ini dalam memahami pengelolaan media sosial yang sehat, efektif, dan beretika.

Dia menambahkan Festival Media se-Tanah Papua dapat menjadi agenda berkelanjutan sebagai ruang berbagi pengetahuan, inovasi, dan peningkatan kapasitas insan pers di Papua.

Baca juga: Telkomsel ajak jurnalis percepat transformasi digital di Tanah Papua

Baca juga: AMSI Papua harap kepolisian usut teror bom di Kantor Redaksi Jubi

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Cendrawasih Pos, Lucky Ireeuw menjelaskan pentingnya etika penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam jurnalisme.

Menurut Lucky, AI boleh digunakan jurnalis, namun hanya sebagai alat bantu, bukan sebagai penentu kebijakan redaksi.

"AI itu hanya sekadar alat bantu, bukan penentu kebijakan. Jadi, kami (wartawan) menggunakan AI itu harus ada etika juga," katanya.

Pewarta: Ardiles Leloltery
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |