Jakarta (ANTARA) - Aktor Fendy Chow mengaku banyak memperhatikan syuting saat berusaha menjaga kesinambungan perannya sebagai Kevas dewasa dengan versi muda yang diperankan oleh Millo Taslim dalam film "Surat Untuk Masa Mudaku".
Fendy menjelaskan bahwa proses penyatuan karakter itu menjadi fokus utama sutradara Sim F.
"Pak Sim (Sim F) sadar bahwa kalau orang berubah dari kecil ke dewasa pun masih ada beberapa ciri khas yang tertinggal," ujar Fendy Chow dalam wawancara di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Sim F angkat kisah masa kecil di Netflix lewat Surat untuk Masa Mudaku
Meski menganggap wajah memiliki sedikit kemiripan dengan Millo sehingga memudahkan penonton mengenali tokoh tersebut, namun Fendy menyoroti adanya perbedaan warna suara Millo yang terasa lebih berat dibandingkan suaranya sendiri.
"Jadi di sana juga kita sesuaikan gimana kira-kira biar tidak terlalu jauh," kata Fendy.
Ia harus menyesuaikan beberapa bagian dialog agar tetap selaras dengan pembawaan Millo di panti asuhan.
Baca juga: Millo Taslim main film bareng talenta cilik di Surat Untuk Masa Mudaku
Terlebih, menurut Fendy, karakter Kefas muda digambarkan sebagai sosok pria yang memiliki kepribadian menyenangkan dan sedikit jenaka (quirky).
Fendy juga menyebut bahwa Millo diminta melakukan upaya ekstra demi mencapai kemiripan karakter tersebut. Keseruan proses itu menjadi pengalaman baru bagi Fendy selama berkarir di dunia seni peran.
Sutradara Sim F memastikan setiap elemen akting aktor dewasa dan aktor cilik tetap konsisten.
Langkah itu diambil karena penyampaian cerita film kepada penonton sangat bergantung pada kedalaman emosi yang dirasakan dari para pemerannya.
Film "Surat Untuk Masa Mudaku" dijadwalkan mengudara (streaming) di Netflix mulai 29 Januari 2026.
Baca juga: Sutradara Sim F lihat bakat aktor muda film "Surat Untuk Masa Mudaku"
Baca juga: Netflix tegaskan komitmen dukung ekosistem industri film Indonesia
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































