Fase Armuzna tuntas, seluruh jamaah haji RI telah tinggalkan Mina

3 hours ago 2

Makkah (ANTARA) - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan bahwa fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah tuntas dan seluruh jamaah haji Indonesia yang mengambil nafar tsani telah meninggalkan Mina.

Hal tersebut disampaikan Wamenhaj saat meninjau langsung proses akhir pergerakan jamaah haji Indonesia di Mina, Makkah, pada Sabtu, yang bertepatan dengan 13 Dzulhijjah 1447 H.

“Hari ini adalah keberangkatan jamaah haji yang melakukan nafar tsani. Ini merupakan rombongan terakhir, setelah kemarin jamaah nafar awal juga telah diberangkatkan. Artinya, seluruh jamaah kita yang telah menyelesaikan lontar jumrah, baik nafar awal maupun nafar tsani, sudah tuntas,” katanya.

Wamenhaj menegaskan, per pukul 15.00 Waktu Arab Saudi (WAS), seluruh jamaah haji Indonesia sudah meninggalkan Mina. Seluruh tenda jamaah haji Indonesia di Mina juga sudah kosong dan tidak ada lagi jamaah yang tertinggal.

Menurut Wamenhaj, secara umum fase Armuzna tahun ini telah dilalui dengan baik. Ia menyebut terdapat sejumlah kemajuan layanan dan perubahan tata kelola yang cukup signifikan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Meski demikian, Wamenhaj mengakui masih terdapat sejumlah catatan penting yang harus menjadi bahan evaluasi Kementerian Haji dan Umrah, terutama terkait pelayanan di tenda Arafah dan Mina, serta tata kelola mabit di Muzdalifah melalui skema murur.

“Catatan-catatan dari berbagai pihak kami terima dengan baik. Terkait pelayanan di tenda Mina, tenda Arafah, juga tata kelola mabit di Muzdalifah maupun murur, tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami,” kata Wamenhaj.

Atas nama Kemenhaj, Dahnil juga menyampaikan permohonan maaf kepada jamaah haji Indonesia apabila selama fase puncak Armuzna masih terdapat kekurangan, kekhilafan, maupun pelayanan yang belum sepenuhnya sesuai harapan.

“Kami atas nama Kementerian Haji dan Umrah memohon maaf. Selama puncak Armuzna tentu ada beberapa catatan, ada beberapa kesalahan, ada beberapa kekhilafan. Semua kekurangan itu menjadi tanggung jawab kami,” ujar Dahnil.

Wamenhaj juga menyampaikan apresiasi kepada jamaah haji Indonesia yang telah mengikuti arahan dengan tertib selama berada di Mina, serta kepada seluruh petugas yang telah mendedikasikan diri dalam melayani jamaah.

“Sekali lagi, terima kasih untuk jamaah yang sudah sangat tertib. Terima kasih juga kepada seluruh petugas yang mendedikasikan dirinya di Mina. Mudah-mudahan semua upaya kita diridai oleh Allah SWT,” kata Wamenhaj.

Dahnil menambahkan, setelah fase Armuzna selesai, penyelenggaraan ibadah haji akan memasuki fase pemulangan jamaah ke Tanah Air.

Pada fase ini, ia meminta seluruh petugas tetap bekerja dengan penuh dedikasi, menjaga pelayanan di hotel-hotel jamaah, serta tetap mengedepankan sikap simpatik dan empatik.

“Setelah ini kita memasuki fase pemulangan. Kami meminta seluruh petugas untuk tetap bertugas sepenuh hati, penuh dedikasi, tetap responsif di hotel-hotel, serta tetap simpatik dan empatik kepada jamaah,” ujar Dahnil.

Wamenhaj juga mengimbau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dan seluruh jamaah haji Indonesia untuk tetap tertib selama menunggu jadwal kepulangan. Jamaah diminta menjaga kondisi kesehatan dan tidak berlebihan melakukan aktivitas di luar hotel.

“Kami mengimbau kepada KBIHU yang membawa jamaah, juga kepada seluruh jamaah, untuk tetap tertib. Tidak berlebihan melakukan kegiatan, agar kondisi kesehatan tetap terjaga hingga kembali ke Tanah Air,” kata Dahnil.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |