Palembang (ANTARA) - Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) edukasi budi daya sayuran terapung di Desa Burai, Kabupaten Ogan Ilir.
"Kegiatan PKM itu mengusung tema Pengembangan Budi Daya Sayuran Terapung untuk menyuplai kebutuhan sayuran di Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu," kata Ketua Tim Pelaksana PKM Fakultas Pertanian Unsri, Dr Fitra Gustiar di Ogan Ilir, Jumat.
Dia menjelaskan Desa Burai merupakan desa terluas di Kecamatan Tanjung Batu, yakni sekitar 39,52 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai 2.103 jiwa yang tersebar dalam enam dusun.
Baca juga: Unsri lakukan diseminasi teknologi pengemasan produk olahan ikan
Secara geografis Desa Burai dikelilingi hamparan sungai dan rawa yang saat ini wilayah perairan tersebut pemanfaatannya terbatas, hanya sebagai tempat wisata air dipadukan dengan konsep kampung warna-warni.
Kemudian, kebutuhan terhadap komoditas pertanian berupa sayuran di Desa Burai masih mengandalkan suplai dari desa lainnya.
Terbatasnya lahan menjadi penyebab masyarakat di Desa Burai tidak dapat menghasilkan komoditas tanaman sayurannya sendiri.
Wilayah perairan yang ada belum dimanfaatkan masyarakat Desa Burai sebagai tempat untuk melakukan budi daya pertanian.
Melihat kondisi tersebut, tim dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Unsri pada November 2025 mencoba melakukan PKM dengan mengenalkan inovasi rakit apung untuk menanam sayuran, seperti kangkung, sawi, dan selada yang dapat tumbuh dengan baik di atas permukaan air.
Kegiatan PKM itu tidak hanya fokus pada penerapan teknologi budi daya, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya lokal.
“Sebagai salah satu desa terdekat dengan Kampus Unsri Indralaya, Ogan Ilir, kami berharap pengabdian dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian ini dapat memberikan dampak, baik bagi perkembangan Desa Burai,” ujar Ketua Tim Fitra Gustiar.
Sementara anggota tim pengabdian, Lya Naiatul Fadilah menambahkan bahwa sistem budi daya terapung dapat menjadi solusi adaptif terhadap kondisi lahan Desa Burai yang sebagian besar perairan.
Desa Burai yang sebagian besar wilayahnya perairan, dengan teknologi sederhana rakit apung, masyarakat tetap bisa mendapatkan suplai sayuran segar melalui budi daya tanaman sayuran terapung.
"Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Unsri dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pertanian berbasis kearifan lokal. Dengan adanya teknologi budi daya sayuran terapung, diharapkan Desa Burai dapat menjadi percontohan bagi desa lain di wilayah perairan Ogan Ilir dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan," kata Lya Naiatul.
Baca juga: Unsri Palembang kukuhkan dua guru besar baru
Baca juga: Barantin jalin kerja sama dengan Unsri tingkatkan kemampuan SDM
Sementara itu, Sekretaris Desa Burai Ogan Ilir Arianto pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada tim Fakultas Pertanian Unsri yang telah melakukan kegiatan PKM dengan mengedukasi masyarakatnya melakukan budi daya sayuran terapung.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama pelaksanaan kegiatan, warga berpartisipasi aktif dalam pelatihan pembuatan rakit apung, penanaman, serta perawatan tanaman.
"Masyarakat tertarik dengan teknologi tanaman terapung yang dapat dimanfaatkan untuk budi daya berbagai jenis sayuran, karena rakit apung bisa dibuat dengan bambu atau bahan yang ramah lingkungan dan mudah diperoleh di sekitar Desa Burai," kata Sekdes Burai.
Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































