Epidemiolog serukan edukasi masif manfaat vaksin cegah anti-vaksinasi

2 hours ago 2
Herd immunity atau kekebalan kelompok ini terjadi ketika individu dalam kelompok banyak yang kebal akan paparan virus, jadi individu yang rentan ikut terlindungi

Bandarlampung (ANTARA) - Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Lampung Ismen Mukhtar mengatakan untuk mencegah adanya penolakan vaksinasi bagi anak, maka perlu dilakukan peningkatan edukasi manfaat vaksin bagi kesehatan anak.

"Memang dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat ini, narasi anti vaksin atau gerakan anti vaksin banyak ditemukan di media sosial. Dan ini sebenarnya menjadi salah satu ancaman bagi kesehatan, karena menimbulkan keraguan akan vaksin," kata Ketua PAEI Lampung Ismen Mukhtar di Bandarlampung, Senin.

Untuk mencegah makin luasnya keraguan masyarakat akan vaksin, lanjutnya, perlu dilakukan peningkatan serta perluasan edukasi manfaat vaksinasi bagi kesehatan anak.

"Terkadang narasi anti vaksin ini dikemas dengan sejumlah kejadian, seperti demam pada anak setelah divaksin, ini sebenarnya adalah hanya efek vaksin dan tubuh mulai beraksi. Lalu ada kejadian kejang setelah divaksin, ini sebenarnya bukan vaksin yang bermasalah, terkadang virus sudah menginfeksi jauh sebelum divaksinasi, karena virus tentu memiliki masa inkubasi dan ini kadang dinarasikan dampak dari vaksin. Edukasi hal seperti ini yang perlu diperluas dan diperkuat oleh pemerintah serta pihak terkait kepada masyarakat," ucapnya.

Baca juga: Edukasi dan vaksinasi jadi investasi cegah wabah campak

Menurutnya, dengan edukasi manfaat vaksin dan cara kerja vaksin secara lugas dan masif akan membantu menepis keraguan masyarakat pada program vaksinasi.

"Peran berbagai pihak menjelaskan secara lugas ke masyarakat ini penting. Bila ada orang tua yang menolak vaksinasi kepada anaknya, harus diberi penjelasan bahwa anak mereka dapat sehat karena diselamatkan oleh anak-anak yang telah mendapatkan vaksinasi lengkap," ucapnya.

Menurut dia, adanya program vaksinasi tersebut membentuk herd immunity dan melindungi anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi dari berbagai paparan virus penyakit menular.

Baca juga: Menkes: Edukasi hingga vaksinasi hal penting menyikapi endemi

"Herd immunity atau kekebalan kelompok ini terjadi ketika individu dalam kelompok banyak yang kebal akan paparan virus, jadi individu yang rentan ikut terlindungi. Oleh karena itu kita harus menjaga cakupan imunisasi agar anak terlindungi dengan terciptanya kekebalan kelompok," ucap dia.

Ia pun mengimbau masyarakat agar dapat lebih selektif dalam mendapatkan berbagai informasi terkait vaksinasi dan tidak terpengaruh dengan narasi anti vaksin yang dapat berisiko terhadap penurunan kesehatan anak karena paparan virus penyakit menular.

"Jangan tunggu anak sakit baru tersadar akan pentingnya vaksinasi, tapi kalau bisa sebelum sakit, bawa anak untuk divaksin. Karena manfaat vaksin ini sangat baik untuk menjaga kesehatan anak," ujar dia.

Baca juga: Edukasi vaksin HPV tidak cukup hanya di ruang praktik

Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |