Banjir satu meter rendam pemukiman di Tangerang, 70 KK terdampak

1 hour ago 4

Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Sedikitnya 70 kepala keluarga (KK) di RT/RW 05/09 Perum Mustika Tigaraksa, Kelurahan Pasir Nangka, Kabupaten Tangerang, Banten, terdampak bencana alam banjir setinggi hampir satu meter akibat intensitas hujan deras hingga jebolnya tanggul di wilayah tersebut.

"Untuk RT 05 yang terdampak 100 persen, itu sekitar 70 KK. Ketinggian air itu bervariasi dari 50 centimeter hingga satu meter," kata Ketua RT 05, Teguh Handoyo di Tangerang, Senin.

Ia mengatakan musibah banjir ini terjadi sejak Minggu (5/4), dimana air mulai naik ke permukaan rumah warga sejak siang hingga saat ini.

Baca juga: PMI Tangerang kerahkan 27 personel evakuasi warga terdampak banjir

Menurutnya, penyebab banjir ini akibat jebolnya tanggul sungai Cimanceri, sehingga air meluap dan menggenangi seluruh pemukiman warga.

"Kalau dibilang sebenarnya nggak terlalu parah, walaupun ini kedalamannya paling sekitar 80-100 sentimeter," tuturnya.

Hingga kini, kata Teguh, sejumlah warga masih mencoba bertahan di rumah masing-masing, namun terdapat juga sebagian mengungsi di rumah kerabat dan saudara yang lokasinya lebih aman dari genangan banjir.

"Ada yang sebagian mengungsi, ada yang sebagian memang bertahan di rumah. Karena kan rata-rata warga ini sudah punya persiapan," ujarnya.

Dia mengatakan situasi kebencanaan ini kerap terjadi di pemukiman tersebut, namun genangan air yang mencapai satu meter ini adalah kondisi terparah sejak akhir tahun 2025.

"Kalau kembali hujan dan tanggul belum dibenahi, pasti air naik lagi. Jadi kami bersama warga sudah persiapan untuk mengantisipasi ke depannya," ujarnya.

Teguh mengatakan hingga saat ini bantuan logistik dan fasilitas SAR seperti perahu karet belum dikirimkan oleh pemerintah daerah setempat.

Kendati demikian, pihaknya berharap agar aparatur atau instansi terkait untuk segera mengerahkan bantuan kebutuhan warga yang terdampak.

"Kalau yang kemarin memang saya butuh, akhirnya banjir yang kemarin saya minta dikirim perahu karet. Kalau saat ini ya itu, tapi kalau memang dari pemerintah istilahnya ingin memberikan bantuan, warga kami tentunya butuh logistik," ujarnya.

Ia menambahkan dalam situasi seperti ini pemerintah diminta untuk segera memprioritaskan pembenahan serta perbaikan tanggul sungai yang kini jebol akibat luapan air dengan volume tinggi.

Baca juga: Tol Jakarta-Tangerang sempat tergenang akibat curah hujan tinggi

Baca juga: Waspada banjir, Pemkot imbau warga Tangerang pantau tinggi air sungai

"Kalau bisa bupati segera perbaiki tanggul yang jebol. Kemarin, di akhir tahun beliau sudah cek lokasi, namun sampai saat ini belum ada realisasinya," kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Irwan menambahkan bahwa terkait kondisi kedaruratan akibat bencana alam yang menerjang di daerah tersebut masih dalam pendataan dan pemantauan.

Selain itu, pihaknya kini tengah menyiapkan seluruh fasilitas dan logistik guna didistribusikan ke lokasi-lokasi yang terdampak bencana alam banjir.

"Untuk titik dan data korban terdampak saat ini kami masih melakukan rekap. Namun, sejak kemarin kami sudah memonitoring dan kini logistik sudah disiapkan," kata dia.

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |