Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Sebanyak enam siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Kabupaten Tangerang, Banten mengalami luka-luka akibat tertimpa plafon bangunan tersebut.
Pengawas SMA Kabupaten Tangerang Syaeful Rohman di Tangerang, Kamis, mengatakan insiden itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Dimana, sebanyak 35 siswa kelas X berada di dalam ruangan sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).
Baca juga: 30.892 peserta didik terima Program Beasiswa Tangerang Cerdas 2025
"Kejadiannya saat melaksanakan pembelajaran, jadi anak-anak tidak sempat lari," katanya.
Ia mengungkapkan dalam kejadian itu seluruh pelajar tidak mengalami korban luka berat, hanya luka ringan. Proses belajar mengajar langsung dihentikan sementara waktu, dan ruang kelas dinyatakan tidak digunakan.
"Kami sudah cek ulang bersama pemegang barang dan tim sarana prasarana. Namun, karena faktor cuaca, penanganan sementara hanya sebatas pengamanan," ujar dia.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan dalam insiden robohnya plafon sekolah SMAN 5 yang berlokasi di Kecamatan Kosambi itu akibat cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan tinggi sejak pagi hingga siang hari.
Atap bangunan mengalami kebocoran hingga akhirnya mengakibatkan robohnya plafon tersebut.
Baca juga: Polisi periksa lima saksi soal jatuhnya siswa dari gedung sekolah
"Itu karena kebocoran. Dari bocor, lama-lama jadi roboh, hanya sedikit informasinya," kata dia.
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































