Jakarta (ANTARA) - Aktris Emilia Clarke yang dikenal berkat perannya dalam serial fiksi "Game of Thrones" (GOT) menepis kabar yang menyebutkan ia telah mengantongi 300.000 dolar AS per episode dalam serial populer itu.
"Kami tidak menghasilkan sebanyak itu. Coba Anda bayangkan. Saya pasti sudah mengendarai beberapa Porsche!," kata Emilia sebagaimana diwartakan Variety, Jumat (29/5) waktu setempat.
Kabar tersebut menurutnya dilebih-lebihkan. Sementara di sisi lain, serial yang berhasil mendongkrak kepopulerannya sebagai "Mother of Dragons" itu justru membuatnya takut sekaligus bingung dalam menghadapinya.
"Dan kemudian Anda menyadari itu hanyalah sebuah rumus, bahwa semakin jarang tampil di TV, semakin kurang terkenal. Kepopuleran itu datang dan pergi," katanya.
Selama proses syuting serial tersebut, Emilia juga mengaku tidak pernah mengalami hal buruk, namun menyayangi kurangnya kepekaan umum ketika seorang wanita berusia 23 tahun harus beradegan tanpa busana di dalam ruangan yang dipenuhi orang asing.
Meski demikian, Emilia mengakui pernah mengalami hal kurang menyenangkan dalam pekerjaan lain yang ia tidak sebutkan secara gamblang.
"Yang menurut saya bisa dicegah dengan sedikit pertimbangan," katanya.
Setelah menyelesaikan GOT musim pertama, Emilia diketahui mengalami pendarahan otak usai pingsan di tempat gym, dan ia membutuhkan penanganan operasi darurat.
Baca juga: Film "Game of Thrones" dikabarkan tengah dikembangkan Warner Bros.
Tak berhenti sampai di situ, ia diketahui kembal mengalami pendarahan pada musim ke-3 serial tersebut, namun tidak mengumumkannya. Emilia baru mengumumkannya pada 2019 ketika meluncurkan badan amal yang membantu seluruh aspek pemulihan penyakit cedera otak yang ia beri nama SameYou.
“Selama bertahun-tahun, saya merasa sudah lolos dari maut, dan maut itu akan menjemput saya,” katanya.
Kesedihannya berlanjut kala sang ayah meninggal dunia akibat kanker, yang terjadi setelah musim ke-7 serial HBO itu, saat kepopuleran serial tersebut memuncak dan Mother of Dragons enggan meninggalkan rumah.
"Versi kehidupan yang paling ekstrem terjadi dalam periode 10 tahun itu," kenangnya.
Emilia juga mengakui bahwa ia hanya berkontribusi sebagai artis, dan tidak ingin berkontribusi dari segi ide kreatif, termasuk mengenai musim terakhir yang dianggap kontroversial dalam serial tersebut.
“Saya telah melalui setiap jalan berliku untuk sampai ke tempat saya sekarang. Saya sangat bersyukur atas semua yang telah dilakukan dan diberikan 'Game of Thrones' kepada saya. Saya tidak lagi merasa terjebak di dalamnya, termasuk akibatnya,” katanya.
Game of Thrones adalah serial drama fantasi asal Amerika Serikat karya David Benioff dan D.B. Weiss yang tayang di saluran HBO mulai 17 April 2011 dan berakhir pada 19 Mei 2019 dengan total delapan musim.
Serial tersebut merupakan adaptasi novel terlaris "A Song of Ice and Fire" karya George R.R. Martin, dengan buku pertama yang berjudul "A Game of Thrones".
Baca juga: Kit Harrington menangis saat baca naskah Jon Snow bunuh Daenerys
Baca juga: Emilia Clarke ucapkan selamat tinggal pada "Game of Thrones"
Penerjemah: Sinta Ambarwati
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































