Ekspor sarang burung walet sepanjang 2025 capai 894,86 ton

3 months ago 21

Jakarta (ANTARA) - Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan DKI Jakarta, menyebutkan ekspor sarang burung walet sejak Januari hingga September 2025 mencapai 894,86 ton dan ini menunjukkan sebagai komoditas unggulan Indonesia.

"Sarang burung walet merupakan satu komoditas unggulan Indonesia di pasar global dan sudah diekspor ke berbagai negara," kata Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan DKI Jakarta, Amir Hasanuddin di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan daerah tujuan ekspor komoditas ini adalah Tiongkok, Hong Kong, Vietnam, Makau, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Jepang hingga Korea Selatan

Ia mengatakan jumlah volume ekspor tersebut berdasarkan data BEST TRUST yakni Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology.

BEST TRUST merupakan sistem layanan karantina terintegrasi yang diluncurkan oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin) yang bertujuan untuk menyederhanakan dan mempercepat layanan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan secara digital.

Baca juga: Barantin lepas ekspor 25 ribu botol produk olahan sarang burung walet

Ia menambahkan hingga saat ini tercatat 3.800 rumah walet telah terdaftar secara resmi dan menjadi jaminan kualitas produk dari hulu hingga hilir.

Selain itu, industri pengolahan sarang burung walet yang banyak tersebar di Pulau Jawa memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Dirinya berharap kegiatan pelepasan ekspor produk olahan sarang burung walet menjadi ajang untuk memperkuat sinergi antar instansi di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Ini momentum percepatan ekspor komoditas unggulan, khususnya produk bernilai tinggi seperti sarang burung walet olahan," kata dia.

Sebelumnya, Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan DKI Jakarta (Karantina Jakarta) melepas ekspor 25.000 botol produk olahan sarang burung walet (SBW) tujuan Vietnam senilai Rp1 miliar di Terminal Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) CDC Banda, Pelabuhan Tanjung Priok.

Baca juga: Barantin investigasi pembatasan ekspor sarang burung walet ke China

"Ini bentuk dukungan Barantin dalam mendorong hilirisasi produk olahan SBW untuk meningkatkan daya saing dan pendapatan negara," kata Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean.

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |