Dubes RI soroti potensi kerja sama energi dengan Alberta, Kanada

4 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab, menyoroti potensi kerja sama antara Indonesia dan Provinsi Alberta, Kanada, dalam bidang ketahanan energi.

Menurut siaran pers KBRI Ottawa yang diterima di Jakarta, Kamis, Dubes Muhsin mengatakan bahwa Alberta adalah penghasil utama minyak bumi Kanada.

Posisi Alberta tersebut semakin strategis di tengah konflik Timur Tengah yang menghambat pasokan minyak melewati Selat Hormuz sehingga memaksa dunia untuk mencari sumber pasokan energi alternatif yang andal, katanya.

Menteri Energi dan Mineral Alberta, Brian Jean, menyatakan bahwa Provinsi Alberta siap bekerja sama dengan Indonesia dalam rangka meningkatkan ketahanan energi di Indonesia serta melakukan diversifikasi mitra provinsi tersebut.

Menteri itu pun secara khusus mengundang investasi keluar (outbound investment) dari BUMN Indonesia di sektor kilang (refinery) minyak bumi Kanada untuk memastikan suplai energi jangka panjang dari Alberta ke Indonesia.

Dubes Muhsin juga menekankan pentingnya pembentukan kerja sama kelembagaan antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI dan Kementerian Pendidikan Tinggi Provinsi Alberta, Kanada.

Menurutnya, pembentukan tersebut merupakan kerangka payung bagi penguatan hubungan antarpenguruan tinggi kedua pihak.

“Sebagai pemain penting di kawasan Indo-Pasifik, Indonesia merupakan mitra strategis bagi Provinsi Alberta untuk membangun kerja sama. Hal itu juga sejalan dan akan memperkuat Strategi Indo-Pasifik Pemerintah Kanada,” kata Dubes Muhsin.

Hal tersebut disambut baik oleh Menteri Pendidikan Tinggi Provinsi Alberta, Myles McDougall, yang menegaskan kesamaan pandangan mengenai pentingnya kolaborasi akademik sebagai fondasi kokoh hubungan jangka panjang Indonesia-Alberta.

Dubes Muhsin juga secara khusus mengundang Premier Alberta Danielle Smith untuk melakukan kunjungan kerja ke Indonesia guna menjajaki peluang kerja sama konkret yang dapat memberikan manfaat langsung bagi kedua pihak.

Premier Alberta itu mengindikasikan ketertarikannya untuk melakukan kunjungan kerja ke Indonesia guna menemui langsung para pemangku kepentingan dan menjalin kerja sama yang nyata dan terukur.

“Indonesia merupakan negara penting dan strategis yang Provinsi Alberta ingin memiliki hubungan kerja sama lebih kuat ke depannya,” kata Premier itu.

Terkait Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA CEPA), pemangku kepentingan di Provinsi Alberta berharap proses ratifikasi ICA CEPA di Indonesia segera selesai agar seluruh pihak dapat memanfaatkan perjanjian tersebut demi kesejahteraan bersama.

Sementara itu, KBRI Ottawa mengatakan bahwa proses ratifikasi ICA CEPA di Kanada telah masuk tahap akhir, yaitu Royal Ascent, atau tahap pengesahan oleh Gubernur Jenderal Kanada setelah pembahasan RUU di Parlemen Kanada selesai.

Baca juga: Kanada buka peluang kerja sama penyimpanan karbon dengan Indonesia

Baca juga: Indonesia dan Kanada komitmen dorong transisi energi berkelanjutan

Baca juga: Kanada nyatakan siap bantu RI kembangkan tenaga nuklir

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |