BNPT libatkan DPP ICATT dalam program antiradikalisme

2 hours ago 3

Makassar (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melibatkan Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) dalam program anti-radikalisme.

Ketua Umum DPP ICATT, Mallingkai Ilyas di Makassar, Kamis, mengatakan kehadiran organisasi DPP ICATT di tengah masyarakat adalah untuk memberikan dampak nyata, baik secara keilmuan maupun secara sosial.

Baca juga: Kepala BNPT: Kerukunan beragama kekuatan di tengah kemajemukan RI

"Organisasi ICATT ini punya tujuan bagaimana ICATT bisa hadir memberikan dampak secara keilmuan maupun secara sosial di tengah masyarakat dan salah satu hal penting itu adalah membangun generasi anak bangsa yang penuh cinta dan kasih melalui program anti-radikalisme itu," ujarnya.

Mallingkai Ilyas mengatakan DPP ICATT berdiri sejak tahun 1989 dan menjadi organisasi alumni yang menjadi wadah pergerakan intelektual dan berfokus pada problematika umat serta kajian Islam.

Dalam hal program anti-radikalisme, kata Mallingkai Ilyas, yang juga Ketua Tim Bina Lembaga dan Kerukunan Umat Beragama, Kemenag Sulsel itu menyampaikan pihaknya telah bertemu langsung dengan pihak BNPT dan siap dilibatkan dalam program anti-radikalisme.

"Kami sudah bertemu dan berkoordinasi dengan pimpinan BNPT di Sulsel serta Rumah Moderasi untuk bersama-sama dalam membangun masyarakat cinta damai tanpa kekerasan. Kami pun diberikan ruang untuk ikut dalam program anti-radikalisme itu," katanya.

Mallingkai menyatakan pihaknya nanti diberikan keleluasaan dan dilibatkan dalam sosialisasi anti-radikalisme di semua lembaga pendidikan, baik di tingkat dasar maupun tingkat lanjutan.

Baca juga: Polda Jambi gandeng Unja kampanye antiradikalisme

Baca juga: Menyumbat arus radikalisasi lewat "vaksin" BNPT

Pihaknya juga siap memberikan pendidikan maupun kuliah umum tentang anti-radikalisme sesuai dengan ajaran Islam yang melarang setiap kekerasan dijadikan alasan untuk pembenaran.

"Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin, artinya Islam itu adalah agama yang membawa rahmat, kasih sayang, dan kedamaian bagi seluruh alam semesta, termasuk manusia (tanpa memandang ras/agama), hewan, tumbuhan, dan lingkungan," ucapnya.

Mallingkai menyatakan konsep Islam menegaskan bahwa ajaran Islam bertujuan mewujudkan kebaikan dan kesejahteraan semesta, bukan hanya untuk umat Muslim saja.

Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |