Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton menilai sangat penting bagi perempuan untuk bertemu dan berinteraksi dengan perempuan yang telah sukses di dalam bidangnya dan menjadikan mereka sebagai panutan.
Hal itu disampaikan oleh Dubes Dutton di sela-sela acara "Speed Mentoring in Celebration of International Women's Day 2026" yang diselenggarakan Kedubes Kanada di Jakarta, Rabu.
“Tujuan utamanya adalah untuk memberi perempuan muda ini kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan belajar tentang pengalaman beberapa perempuan yang telah sangat sukses di bidang pilihan mereka,” kata Dubes Dutton.
Menurutnya, bukan hanya keberhasilan yang perlu dilihat, tetapi juga tantangan yang dihadapi serta cara mengatasinya, di mana kehadiran panutan menjadi penting sebagai inspirasi dan pembelajaran bersama serta kemajuan kesetaraan gender.
Dubes Dutton menegaskan bahwa kemajuan kesetaraan gender adalah prioritas program kerja sama internasional Kanada di Indonesia.
Dia menyebutkan bahwa Kanada memiliki sejumlah proyek yang berkaitan dengan kesehatan dan hak reproduksi seksual, bekerja sama dengan masyarakat untuk memberantas hal-hal seperti pernikahan anak, mutilasi genital perempuan, dan mengurangi kasus kekerasan berbasis gender.
Kanada juga berupaya mendukung kesehatan perempuan, kata Dubes Dutton, khususnya dalam hal nutrisi dan gizi untuk ibu hamil dan anak-anak di awal kehidupan mereka, serta mendukung kebidanan untuk membantu mengurangi angka kematian anak dan angka kematian ibu di Indonesia.
“Kami mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan melalui beberapa proyek yang telah saya sebutkan, dan suara perempuan di masyarakat sehingga mereka dapat lebih memahami hak-hak mereka dan memperjuangkan hak-hak mereka di desa dan komunitas mereka,” katanya lagi.
Kedutaan Besar Kanada menyelenggarakan acara "Speed Mentoring in Celebration of International Women's Day 2026” dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret dengan menghadirkan sosok-sosok perempuan yang sukses dalam bidang pilihannya dan mahasiswa perempuan sebagai pesertanya.
Baca juga: Rahayu Saraswati: Ketika perempuan bangkit, bangsa pun bangkit
Baca juga: KPPPA dorong peningkatan ekonomi perempuan untuk cegah TPPO
Baca juga: Wamen PPPA dorong kepemimpinan perempuan wujudkan ekonomi berkeadilan
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































