Pembersihan kali di Jakbar bakal dibarengi penangkapan ikan sapu-sapu

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menggencarkan upaya pembasmian ikan-ikan sapu-sapu di wilayah setempat, seiring dengan kegiatan pembersihan sungai atau kali dari endapan lumpur.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jakarta Barat Imron Sjahrir mengatakan seluruh unit kerja perangkat daerah (UPKD) yang bertugas mengangkut lumpur telah diinstruksikan agar turut menangkap ikan sapu-sapu saat bekerja.

"Kami sudah berkoordinasi dengan UPKD, khususnya Sudin Sumber Daya Air dan rekan-rekan dari kelurahan, PJLP maupun PPSU agar selain menguras lumpur, mereka juga bisa melakukan penangkapan ikan sapu-sapu," ungkap Imron saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, penangkapan sapu-sapu akan menjadi program rutin setiap minggu. Hal itu juga sejalan dengan program Pemprov DKI Jakarta untuk menekan populasi ikan yang kerap merusak turap dan tanggul sungai.

"Ini sudah kita arahkan dan bahkan mungkin nanti setiap minggu semua kelurahan, program Ibu Wali Kota, bahwa kita akan melakukan pengurasan lumpur sekaligus penangkapan ikan sapu-sapu," tutur Imron.

Sementara itu, Kepala Seksi Perikanan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat, Aas Asih menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu dinilai memiliki sifat yang invasif sehingga berbahaya bagi populasi ikan lain di Kali Taman Semanan indah.

"Jadi dia berkembang biasanya cepat sekali, sehingga ikan lokal nanti terdesak," tutur Aas.

Selain itu, spesies ikan ini juga membuat lubang pada dinding turap yang membuat turap cepat rapuh.

"Memang sifat ikan sapu-sapu itu, dia melubangi tembok untuk berliang. Jadi kan nanti bisa merusak turap saluran-saluran yang ada di wilayah Jakarta," ujar Aas.

Lebih lanjut, kata Aas, ikan sapu-sapu juga kerap diburu oknum tertentu untuk dijadikan olahan seperti siomay.

Sementara ikan itu mengandung bakteri E. coli atau Salmonella dan lebih parahnya lagi logam berat seperti timbal.

"Dikhawatirkan kalau ada masyarakat yang mengkonsumsi itu secara terus-menerus, dia (logam berat) terakumulasi. Makanya (ikan sapu-sapu) mesti dibasmi," pungkas Aas.

Baca juga: 42 ton sampah dan lumpur diangkut dari Kali Phb Moh Mansyur Tambora

Baca juga: Pemkot Jakbar pasang penahan beronjong usai tanggul Kali Angke ambruk

Baca juga: Sebanyak 10 truk berisi lumpur dikeruk dari Kali Sepak Jakbar

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |