Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton mengatakan peran global Indonesia selaras dengan visi Kanada membangun masa depan yang lebih tangguh, aman, dan sejahtera.
"Meningkatnya peran global Indonesia kini beririsan langsung dengan visi Kanada dalam membangun masa depan yang lebih tangguh, aman, dan sejahtera," kata Dutton dalam forum Canada in Asia Conference (CIAC) 2026 yang berlangsung di Singapura pada Rabu.
Dubes mengatakan saat dunia diwarnai persaingan geopolitik, fragmentasi ekonomi, serta tekanan perubahan iklim yang semakin meningkat, Indonesia tampil sebagai kekuatan global yang dinamis.
Ia mengutip pernyataan Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney tentang konsep variable geometry, yakni kemitraan yang fleksibel dan spesifik pada isu tertentu, yang dibangun atas dasar kepentingan bersama, kepercayaan, dan kapasitas.
"Dalam pandangan saya, hubungan Kanada dengan Indonesia merupakan perwujudan yang jelas dari pendekatan tersebut yang bersifat pragmatis, strategis, dan berorientasi ekonomi," katanya.
Menurutnya, Indonesia saat ini merupakan suara global Selatan yang percaya diri dan berpengaruh, sebuah ekonomi besar yang tengah tumbuh, serta aktor geopolitik yang memiliki posisi strategis.
"Bagi Kanada, yang berupaya mendiversifikasi hubungan komersial, memperkuat tatanan internasional berbasis aturan, serta menjaga keamanan jangka panjang, Indonesia memiliki arti yang sangat penting," ucapnya.
Dutton menambahkan bahwa Indonesia juga merupakan kekuatan global di sejumlah sektor pertanian dan mineral strategis, termasuk nikel, minyak sawit, dan karet.
"Dari sisi ekonomi, Indonesia jelas merupakan kekuatan komersial utama, di mana perekonomian Indonesia tumbuh di atas 5 persen per tahun dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara," kata dubes.
Ke depan, katanya, lintasan pertumbuhan Indonesia terlihat sangat menjanjikan dan pada 2050, Indonesia diproyeksikan akan menjadi salah satu dari lima ekonomi terbesar di dunia.
"Dengan latar belakang peluang besar sekaligus kompleksitas ini, Kanada berada pada posisi yang sangat baik. Hubungan komersial bilateral kita saat ini bisa dibilang masih relatif moderat, sekitar 5,5 miliar dolar AS (sekitar Rp92,6 triliun) setiap tahun, tetapi meningkat lebih dari 9 persen dari tahun lalu," katanya.
Baca juga: Kanada tegaskan dukungan bagi program prioritas Presiden Prabowo
Baca juga: Dubes Kanada: FTA RI-Kanada akan segera siap ditandatangani
Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































