Banda Aceh (ANTARA) - PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar menyatakan bahwa dua penerbangan rute Banda Aceh-Medan dan sebaliknya terdampak erupsi Gunung Sinabung pada Selasa (1/9).
General Manager Bandara Sultan Iskandar Muda, Rahmat Adil Indrawan di Blang Bintang, Selasa, mengatakan kedua penerbangan yang terdampak itu masing-masing satu penerbangan dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda menuju Medan mengalami penundaan dan satu penerbangan dari Medan menuju Bandara SIM dibatalkan.
Ia menjelaskan pembatalan dan penundaan penerbangan merupakan bagian dari aspek utama menjaga keselamatan penumpang maupun kru pesawat akibat sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Sinabung.
Baca juga: Bea Cukai gagalkan penyelundupan emas 2,9 kilogram ke Malaysia
Adapun maskapai penerbangan yang mengalami penundaan dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda menuju Medan adalah Wings Air IW 1213 BTJ KNO, STD 06.45 WIB dan yang mengalami pembatalan Super Air Jet IU 996 KNO-BTJ, STA 10.10 WIB.
Tim operasional Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda telah berkoordinasi dengan pihak maskapai dan seluruh instansi terkait guna memastikan penanganan terhadap penumpang yang mengalami penundaan atau pembatalan keberangkatan akibat erupsi Gunung Sinabung.
“Bagi masyarakat yang akan bepergian melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda dengan tujuan Medan diimbau untuk memantau jadwal penerbangan dan berkoordinasi dengan pihak maskapai guna memastikan jadwal keberangkatannya,” katanya.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda senantiasa bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan bandara guna memberikan pelayanan sepenuh hati dengan mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan bagi seluruh pengguna jasa bandara.
Baca juga: Erupsi Gunung Sinabung berpotensi diikuti letusan yang lebih besar
Baca juga: ASPPI gencarkan promosi tingkatkan kunjungan wisatawan ke Aceh
Baca juga: Kemenekraf gandeng BSI beri literasi bisnis pelaku ekraf Aceh Tamiang
Pewarta: M Ifdhal
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































