DPRD Palu minta evaluasi menyeluruh untuk dapur MBG

6 hours ago 2

Palu (ANTARA) -

Anggota DPRD Kota Palu Mutmainah Korona meminta evaluasi secara menyeluruh untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kasus distribusi MBG,” katanya di Palu, Selasa, menanggapi adanya laporan dari Kepala SDN 6 Kayumalue Ngapa, dimana makanan yang disajikan dinilai tidak layak untuk pemenuhan gizi anak.

“Selain evaluasi SPPG sebagai penyedia MBG, tim ahli gizi perlu di pertanyakan kinerjanya,” katanya.

Menurut dia, anggaran MBG sangat besar, bahkan memotong anggaran lainnya, yang sangat berdampak pada pembangunan infrastruktur daerah. Tetapi, dengan berbagai problem penyediaan MBG seperti ini, sangat berorientasi pada keuntungan saja, bukan menyukseskan program prioritas pemerintah pusat di daerah.

Baca juga: KPPG Palu pastikan program MBG di Sigi tetap berjalan selama Ramadhan

“Saya merasa program MBG bukan memberikan perbaikan nutrisi gizi bagi anak-anak, namun menjadi praktik bisnis kelompok tertentu berbasis program pemerintah,” ujarnya.

Dia juga mempertanyakan kinerja para pengelola dapur MBG yang sudah mendapatkan alokasi anggaran. Para tim ahli gizi dan tim monitoring serta evaluasi yang sudah digaji, apakah bertugas sesuai standar operasional atau tidak sama sekali.

Sebelumnya, Program MBG Presiden Prabowo Subianto, yang dibagikan pada hari pertama masuk sekolah di bulan Ramadhan di Kota Palu menuai sorotan tajam dari orang tua siswa hingga kalangan guru. Sebab, menu MBG kering yang diterima para siswa dinilai jauh dari harga porsi yang diberikan, yaitu Rp 15.000/anak dan dinilai tidak memenuhi standar kebutuhan gizi anak sekolah.

Kritik tersebut mencuat setelah sebuah video yang diunggah akun Facebook @Pinky Lidya Zweety viral di media sosial, Senin (23/2).

Dalam video itu, orang tua murid dari SDN Bumi Sagu terkejut melihat MBG anaknya hanya berisikan sebiji perkedel jagung dan sebungkus kecil kacang goreng yang dikemas dalam plastik kresek.

Senada dengan itu akun Facebook @Olin meminta menghitung harga MBG yang diterima anaknya. Sebab, anaknya menerima sepotong roti ukuran kecil, sebiji telur rebus, satu buah jeruk. “Silahkan nilai berapa ini, apakah layak dinilai Rp15 ribu,” tulisnya.

Baca juga: Pemkot Palu: Penerapan standar MBG solusi hindari keracunan makanan

Baca juga: RS BK Palu Sulteng rawat 18 pelajar diduga keracunan MBG

Akun @Syarifah Ifah mengancam jika MBG masih buruk, Selasa, ia berjanji akan memviralkan MBG milik anaknya. Akun @Wahidah Wati yang juga seorang guru di Kayumalue meminta perhatian serius dari pemerintah setempat atas MBG yang dinilai hanya pembodohan saja.

“Jadi, mohon Bapak Wali Kota, Bapak Gubernur dan Bapak Presiden agar ini menjadi perhatian. Kalau seperti ini kan sama halnya dengan pembodohan,” kata Wahidah.

Unggahan MBG hari pertama masuk sekolah di bulan puasa tersebut langsung dibanjiri komentar warganet. Banyak yang mempertanyakan transparansi serta kredibilitas penggunaan anggaran oleh pengelola dapur MBG, khususnya yang bertanggung jawab atas distribusi di wilayah tersebut.

Sebagian warganet meminta selama bulan puasa, program ini sebaiknya dihentikan saja. Bahkan, ada yang menilai takjil di masjid jauh lebih bagus ketimbang MBG yang ada di sekolah. Orang tua murid berharap ada pengawasan lebih ketat agar program MBG benar-benar memberikan manfaat optimal bagi tumbuh kembang anak.

Pewarta: Fauzi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |