DPRD DKI minta penanganan banjir di Jakarta harus terintegrasi

2 weeks ago 7

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin meminta agar penanganan banjir harus terintegrasi melalui koordinasi lintas sektor di masing-masing lima wilayah kota.

"Banjir merupakan permasalahan klasik yang tidak pernah selesai. Namun demikian, ikhtiar kita harus maksimal," kata Khoirudin di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, banjir merupakan permasalahan yang belum sepenuhnya selesai di Ibu Kota Jakarta. Oleh karena itu, Pemprov DKI harus memaksimalkan penanganan banjir secara berkelanjutan, dan pelaksanaan kerja terintegrasi lintas dinas harus secara nyata.

Khoirudin mengatakan, terdapat tiga faktor penyebab banjir di Jakarta yaitu banjir rob, banjir akibat hujan lokal, dan banjir kiriman dari daerah hulu.

"Tiga penyebab itu harus kita berikan solusi. Kita perlu mengefektifkan kerja kita, ya dengan koordinasi hari ini," ujarnya.

Dia pun mengapresiasi Dinas Sumber Daya Air (SDA) serta wali kota yang telah bersiaga selama 24 jam mengatasi banjir di sejumlah wilayah, karena itu penguatan infrastruktur pengendalian banjir rob di wilayah Jakarta Utara juga perlu diperkuat.

Baca juga: "Groundbreaking" Giant Sea Wall dijadwalkan berlangsung pada September

Menurut dia, penanganan banjir rob di antaranya dengan memperkuat tanggul laut setinggi 1,5 hingga 2 meter. Tanggul tersebut bisa berfungsi sebagai ruas jalan raya agar lebih kokoh.

Selain itu, menjaga kedalaman saluran penghubung minimal 2 meter dengan lebar 5 meter. Sebanyak 500 saluran penghubung bisa terintegrasi secara maksimal.

Termasuk, pendalaman sebanyak 13 aliran sungai di Jakarta karena hujan di hulu membawa sedimen yang berakibat pendangkalan sungai.

"Saya berharap kedalaman kali itu lima meter, saya cek di lapangan tidak sampai, paling hanya 1-2 meter, harusnya 5 meter," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum memastikan pembangunan, pelebaran, dan penguatan tanggul di pesisir Jakarta Utara sebagai upaya strategis mengatasi banjir rob.

Ika menargetkan proyek tersebut rampung secara bertahap hingga 2029. Pembangunan Tanggul NCICD, tidak hanya untuk menahan air, melainkan mempercantik kawasan pesisir.

Baca juga: Proyek pengendalian banjir dan rob Jakarta mulai dikerjakan pada 2026

Baca juga: Ini penjelasan Pramono soal penyebab Jakarta masih banjir

"Contohnya seperti yang NCICD (National Capital Integrated Coastal Development) Fase A yang sebenarnya sudah dimulai," katanya.

Meski demikian, Ika menyadari permasalahan utama penyebab banjir di Jakarta berada di bantaran sungai dan saluran penghubung.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |