DKI lakukan normalisasi Kali Krukut secara bertahap

3 months ago 13

Jakarta (ANTARA) - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengemukakan normalisasi Kali Krukut, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dengan panjang 1,3 kilometer (km) dilakukan secara bertahap dari segmen Tarakanita hingga Jembatan Tendean.

"Dari 1,3 km itu kemungkinan 360 meter terlebih dahulu yang akan kami utamakan dari segmen Tarakanita sampai segmen ini, Petogogan," kata Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum di Jakarta, Jumat.

Normalisasi Kali Krukut rencananya dimulai pada 2026 dan pada tahap awal akan dilakukan penetapan lokasi (penlok) serta pembebasan lahan yang terdampak.

Merujuk data Dinas SDA DKI Jakarta, untuk menjalankan proyek normalisasi ini, lahan yang perlu dibebaskan mencapai 1,52 hektare, meliputi 65 bidang tanah.

Bertepatangan dengan kunjungan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ke Kali Krukut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas SDA DKI mulai melakukan pendataan warga terdampak normalisasi khususnya di sisi Kelurahan Pela Mampang. Sementara itu, pendataan di Kelurahan Petogogan sudah dilakukan.

Kali Krukut merupakan salah satu saluran utama di wilayah Jakarta Selatan yang memiliki fungsi penting dalam mengalirkan air hujan dari kawasan tengah kota menuju hilir.

Baca juga: DKI mulai normalisasi Kali Krukut pada tahun 2026

Baca juga: 700 personel keruk sedimen Kali Krukut di Cilandak Timur Jaksel

Namun, di beberapa titik terutama di sekitar Kelurahan Petogogan, kondisi aliran Kali Krukut mengalami penyempitan, sehingga menimbulkan banjir di kawasan Jakarta Selatan, terutama di wilayah Kemang dan sekitarnya.

Pemprov DKI mencatat, banyak bangunan yang berdiri di atas badan sungai, sehingga menghambat aliran air ketika curah hujan tinggi. Oleh sebab itu, Pemprov DKI akan melakukan normalisasi Kali Krukut sepanjang 1,3 kilometer.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |