Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengidentifikasi kasus baru penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi pada awal 2026.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakeswan Tulungagung Tutus Sumaryani, Selasa, mengatakan, kondisi cuaca yang tidak menentu dengan curah hujan tinggi dan kelembapan meningkat menjadi salah satu faktor yang membuat ternak rentan terserang penyakit.
"Sejak pertengahan Januari 2026 kami menerima laporan adanya 59 kasus PMK pada sapi potong. Hingga saat ini belum ada laporan ternak mati akibat PMK," kata Tutus.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemetaan, mayoritas temuan kasus berada di Kecamatan Ngantru dan Rejotangan.
Baca juga: Melindungi lumbung ternak nasional demi kedaulatan pangan
Wilayah dengan temuan terbanyak umumnya berada di kawasan perbatasan antarwilayah.
Menurut Tutus, kemunculan kembali PMK diduga dipicu masuknya ternak baru dari luar daerah yang membawa virus PMK dan menularkannya ke ternak lokal.
Beberapa ternak yang terpapar diduga belum mendapatkan vaksinasi PMK.
Meski demikian, ia menyebut sejumlah ternak yang telah divaksin tetap bisa terpapar, namun proses pemulihannya relatif lebih cepat dibandingkan ternak yang belum divaksin.
Sebagai langkah penanganan, Disnakeswan Tulungagung kembali menggencarkan vaksinasi PMK serta melakukan desinfeksi di Pasar Hewan Terpadu.
Pengawasan lalu lintas ternak di pasar hewan juga diperketat untuk mencegah masuknya ternak sakit.
Terkait pembatasan lalu lintas ternak, Tutus menegaskan pihaknya tidak dapat melakukan penutupan karena status PMK saat ini telah ditetapkan sebagai penyakit endemis secara nasional.
"PMK sudah berstatus endemis sehingga tidak menjadi dasar penutupan lalu lintas ternak," pungkasnya.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































