Banjarmasin (ANTARA) - Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan Ryan Utama menyampaikan, sekitar 50 persen siswa dari tingkat TK hingga SMP di kotanya telah menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga menjelang akhir tahun 2025 ini.
"Baik dari sekolah negeri maupun swasta, jumlah siswa dari tingkat TK hingga SMP di kota kita sekitar 84 ribu," ujarnya di Banjarmasin, Jumat.
Menurut dia, pelaksanaan MBG dari program Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga gizi siswa tersebut di Kota Banjarmasin berjalan lancar dan baik, saat ini lebih 40 ribu siswa dari TK hingga SMP sesuai ranah pembinaan pemerintah kota telah memberikan manfaatnya.
"Kita harap tahun depan semua sekolah mendapatkan program ini, utamanya sekolah kebanyakan siswanya dari keluarga tidak mampu," ucapnya.
Baca juga: BGN kirim 1.500 paket MBG untuk korban bencana di Sumatera Utara
Ryan menyampaikan, pemkot dalam mendukung program ini telah menyiapkan langkah dengan menyusun standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan program MBG tersebut di sekolah-sekolah.
Penyusunan SOP dilakukan agar pelaksanaan MBG berjalan tepat sasaran, tidak asal-asalan dan menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kita sudah buat draft SOP agar program MBG bisa terlaksana dengan baik di semua sekolah,” ungkap Ryan.
Dia mengharapkan, dalam waktu dekat akan dijalankan.
Baca juga: Koperasi Merah Putih warga binaan di Jabar disiapkan jadi pemasok MBG
"SOP yang disiapkan yakni dalam setiap pembagian MBG, guru kelas wajib mendampingi dan mengarahkan murid untuk mengecek makanan lebih dulu, mencium aroma, memperhatikan kondisi fisik dan memastikan tidak ada hal yang mencurigakan," tuturnya.
Hal ini untuk menghindari terjadinya keracunan makanan, makanya, pihaknya menyusun SOP baru kepada setiap sekolah.
Menurut dia, ini upaya preventif Disdik untuk menumbuhkan kewaspadaan di kalangan siswa, agar tidak langsung mengkonsumsi makanan tanpa memperhatikan kondisi kelayakannya.
"Soalnya rentan, anak-anak biasanya langsung makan tanpa tahu mana makanan yang layak dan sudah tidak layak. Dan dengan pendampingan guru, kami ingin mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan dikhawatirkan terjadi," demikian katanya.
Baca juga: Survei Populi: CKG jadi program Prabowo paling memuaskan masyarakat
Pewarta: Sukarli
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































