Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Puji Raharjo mewanti-wanti calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang nanti bertugas di Tanah Suci harus benar-benar memastikan jamaah haji terlayani dengan baik.
Hal tersebut disampaikan usai memantau aktivitas pagi pendidikan dan pelatihan (diklat) PPIH 1447 Hijriah/2026 hari ke-5 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu.
Menurut Puji, tugas utama PPIH bukan sekadar menjalankan fungsi administratif, namun juga memastikan seluruh layanan haji benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh jamaah.
"PPIH harus memastikan jamaah terlayani dengan baik sesuai tugas dan fungsi masing-masing, jamaah merasa puas, serta jamaah terlindungi selama menjalankan ibadah haji," ucap Puji.
Baca juga: Menhaj tinjau aktivitas calon petugas haji saat diklat di asrama
Puji menyampaikan kualitas penyelenggaraan ibadah haji sangat ditentukan oleh kehadiran petugas yang responsif, empatik, dan profesional. Setiap layanan, mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, hingga perlindungan jamaah, harus dirasakan langsung manfaatnya di lapangan.
"Saya melihat betul petugas disiapkan dengan serius untuk melayani tamu Allah. Mereka menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti diklat, mulai dari latihan baris-berbaris hingga pendalaman materi," ujarnya.
Puji menekankan pentingnya perubahan paradigma layanan, dari sekadar send services menjadi deliver services.
"Kami memastikan bahwa pekerjaan bukan hanya selesai, tetapi apa yang diberikan benar-benar memiliki nilai dan manfaat bagi jemaah," kata Puji.
Ia juga menyampaikan bahwa persiapan layanan di Arab Saudi terus berjalan on the track. Salah satu peningkatan layanan yang disiapkan adalah penambahan ruang akomodasi jamaah, dari sebelumnya 0,8 meter persegi menjadi sekitar 1 meter persegi per jamaah.
Baca juga: Bahan pelajaran, Menhaj cerita bersihkan toilet di Mina saat haji 2008
"Saya sangat mengapresiasi semangat para peserta diklat yang mampu membangun kebersamaan, kerja tim, dan soliditas," ujar Puji.
Lebih lanjut Puji Raharjo mengingatkan jamaah haji adalah tamu Allah yang harus dilayani dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan. Oleh karena itu petugas haji dituntut memiliki kepekaan, kerja tim yang kuat, serta komitmen untuk menyelesaikan setiap persoalan jamaah secara cepat dan tepat.
"Tanggung jawab kita adalah tanggung jawab atas nama bangsa Indonesia yang sedang kita emban. Karena itu, saya tegaskan kembali agar seluruh PPIH dapat memberikan layanan terbaik kepada jemaah haji," kata Puji.
Kegiatan Diklat PPIH menjadi bagian penting dalam mempersiapkan petugas haji yang kompeten, berintegritas, dan berorientasi pada layanan. Melalui pembekalan ini, diharapkan seluruh PPIH memiliki pemahaman yang sama bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji diukur dari kepuasan dan perlindungan jamaah haji.
Baca juga: Menhaj: Petugas haji dilarang "layani atasan", fokus pelayanan jamaah
Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































