Bandung (ANTARA) - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di atas lahan seluas 7,6 hektare yang berlokasi di Desa Lebak Muncang, Kecamatan Ciwidey, dapat segera rampung pada 2026.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Ningning Hendarsah dalam keterangannya di Bandung, Senin, mengatakan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat tersebut dilakukan secara bertahap seiring proses pematangan lahan yang harus dilakukan.
"Pembangunan ditargetkan selesai tahun 2026, namun mudah-mudahan bisa selesai lebih awal. Di sana (Ciwidey) ada area seluas 7,6 hektare yang akan segera dipenuhi seluruh kebutuhan pembangunannya," jelasnya.
Dirinya menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung saat ini telah menyiapkan empat poin yang perlu dimuat dalam pernyataan kesiapan bupati setelah berkonsultasi dengan Kementerian Sosial untuk mendukung penyelesaian pembangunan tersebut.
Empat poin tersebut meliputi kesiapan lahan seluas 7,6 hektare, kepastian status lahan sesuai ketentuan, serta pematangan lahan melalui pekerjaan penataan kontur tanah atau cut and fill karena kondisi lahan pembangunan yang ekstrem.
Ia juga menambahkan satu poin tambahan, yakni kesiapan pemerintah daerah untuk melakukan pelebaran jalan menuju lokasi Sekolah Rakyat guna mendukung kelancaran pembangunan.
“Alhamdulillah, empat poin tersebut terpenuhi dan Bupati sudah menandatangani. Dengan demikian, Kabupaten Bandung siap untuk pembangunan Sekolah Rakyat,” tambahnya.
Adapun fasilitas yang akan segera dibangun meliputi ruang sekolah, asrama, fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola, fasilitas ibadah, perpustakaan, dan laboratorium.
Pihaknya juga telah menyiapkan sebanyak 45 orang tenaga pendidik, meliputi kepala sekolah, wali asrama, tenaga kebersihan, dan keamanan.
Baca juga: Mayoritas siswa Sekolah Rakyat ingin lanjut kuliah
Sementara itu, Ningning menjelaskan alasan pemilihan Kecamatan Ciwidey sebagai lokasi Sekolah Rakyat sendiri karena ketersediaan lahan yang cukup luas dan tingkat kerentanan kemiskinan di wilayah tersebut juga tergolong tinggi.
"Sekolah Rakyat tidak hanya mendidik siswa, tapi juga memberikan bantuan sosial. Ciwidey sendiri dirasa cocok karena memiliki jumlah warga pada desil 1 dan 2 mencapai 6.018 kepala keluarga atau sekitar 18.155 jiwa," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga memaparkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bandung dialokasikan untuk pematangan lahan Sekolah Rakyat dengan total anggaran sebesar Rp7,5 miliar.
Ningning mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengalokasikan anggaran tersebut secara bertahap, yakni sebesar Rp1,1 miliar yang telah dilakukan pada tahun 2025 dan Rp6,4 miliar pada tahun 2026.
Selain itu, dirinya juga menyebut terdapat dana berasal sepenuhnya dari Kementerian Sosial sekitar Rp200 miliar yang digunakan untuk pembangunan, proses pendidikan, pemberian laptop, sarana prasarana pendidikan, alat mandi, dan seragam.
Baca juga: Program Sekolah Rakyat untuk memotong rantai kemiskinan
Baca juga: Bikin bangga, siswa Sekolah Rakyat siap pidato perdamaian empat bahasa
Baca juga: Sekolah Rakyat Banjarbaru siapkan siswa untuk Olimpiade Sains Nasional
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































